Ceramah Ustadz Abdul Shomad

Seringkali Dilakukan di Bulan Rajab, Begini Penjelasan Ustadz Abdul Shomad Hukum Shalat Ghoroib

Penunaian salat ghoroib ini di dalam Fatwa-fatwa Imam Nawawi termasuk Bidaatun, Qobiatun Asaddun Munkar yakni bid'ah.

Seringkali Dilakukan di Bulan Rajab, Begini Penjelasan Ustadz Abdul Shomad  Hukum Shalat Ghoroib
ISTIMEWA
Ustadz Abdul Shomad 

PALEMBANG, TRIBUN - Saat ini penanggalan Hijriah sudah memasuki pertengahan bulan Rajab dan diyakini banyak keutamaan bulan Rajab ini. Biasanya sebagian umat muslim yang peduli dengan bulan-bulan mulia menyikapi bulan ini dengan banyak ibadah termasuk di dalamnya shalat groroib. 

Karena itu penting bagi umat muslim untuk tahu amalan apa saja yang sesuai dengan sunnah dan bertentangan dengan hadist Nabi Muhammad SAW. Termasuk apa hukum dari shalat ghoroib. 

Penceramah Ustadz Abdul Shomad memaparkan ini dalam tausiyahnya mengenai amalan di bulan Rajab menjelaskan, ada beberapa amalan yang banyak dilakukan umat muslim. Ada yang melaksanakan shalat ghoroib. Shalat ini ditunaikan pada Kamis pertama di bulan Rajab. Malamnya salat 12 rakaat dengan bacaan-bacaan surah-surah tertentu dilanjutkan dengan bacaan solawat 70 kali serta sejumlah amalan penyerta lainnya.

Ditunaikan shalat  ghoroib ini diyakini akan menghhapuskan dosanya sebanyak buih di laut, sebanyak pasir di pantai, sebanyak daun yang berguguran di bumi, memohonkan ampun.

Penunaian salat ghoroib ini di dalam Fatwa-fatwa Imam Nawawi termasuk Bidaatun, Qobiatun Asaddun Munkar yakni bid'ah, jelek dan sangat mungkar. Bukan saja ibadah yang diingkari tetapi orang yang melakukannya pun wajib diingkari.

"Tidak layak dilakukan karena tidak berdasarkan hadist nabi. Tidak ada tuntunan maka amal ini ditolak," katanya menjelaskan shalat ghoroib.

Amalan lain yang juga seringkali dilakukan di bulan Rajab adalah menyembelih hewan khusus. Tradisi ini kata Ustadz Abdul Shomad berangkat dari tradisi atirah yang kerap dilakukan orang Quraisy zaman dahulu. Setiap 10 ekor kambing disembelih untuk berhala dan makan bersama. Tradisi atirah ini juga berlanjut yakni ternak pertama disembelih untuk ungkapan syukur dan penyembelihan ini dilakukan bulan Rajab atau Rajabiah.
Saat ada syariat kurban maka tradisi menyembelih hewan khusus ini ditiadakan.

Umrah khusus di bulan Rajab pun banyak dilakukan sebagian kaum muslimin dengan maksud mengikuti tuntunan Nabi Muhammad SAW. Padahal seperti diriwayatkan oleh Ummul Mukminin Aisyah RA, Rasulullah Muhammad SAW tidak pernah menunaikan umrah di bulan Rajab.

Nabi Muhammad SAW hingga wafatnya empat kali menunaikan umrah. Umrah pertama Hudaibiyah tahun keenam hijrah, umrah tahun ketujuh hijrah, umrah kedelapan saat pembebasan kota Mekah dan tahun ke-10 yang mengiringi Haji Wada. Seluruh umrah ini dilakukan di bulan Zulkaidah.

Puasa tertentu pun seringkali ditunaikan di bulan Rajab serta sejumlah amalan-amalan lain yang berlebihan di bulan Rajab.

Halaman
12
Penulis: Vanda Rosetiati
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved