Berita Prabumulih

Warga Minta Pembebasan Lahan Rp 8 Juta/Meter, Pemkot Prabumulih Tunda Pelebaran Jalan Sudirman

Rencana Pemerintah kota Prabumulih untuk melebarkan sepanjang Jalan Jenderal Sudirman menjadi dua jalur, sepertinya tertunda.

Warga Minta Pembebasan Lahan Rp 8 Juta/Meter, Pemkot Prabumulih Tunda Pelebaran Jalan Sudirman
Tribun Sumsel/ Edison
Walikota Prabumulih Ridho Yahya 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH -Rencana Pemerintah kota Prabumulih untuk melebarkan sepanjang Jalan Jenderal Sudirman menjadi dua jalur, sepertinya tertunda.

Sebab pemerintah tak berhasil membebaskan jalan tepatnya di Dusun Prabumulih Kecamatan Prabumulih Barat ini.

Warga setempat meminta tarif pembebasan lahan per meter sangat tinggi atau jauh dari harga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

"Rencana pelebaran jalan di dusun Prabumulih itu dulu, dulu dana kita banyak dan sudah dianggarkan Rp 48 miliar tapi batal dan sekarang dana kita tak mampu lagi," ungkap Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM ketika diwawancarai sejumlah wartawan.

20 Orang di Palembang Korban Penipuan Sewa Mobil, Driver Taksi Online Ini Sekarang Jadi Ojek Online

Virgoun Sukses Hibur Ribuan Warga Baturaja di Acara Milenial Road Safety Festival

Menurut Ridho, pelebaran di kawasan itu batal lantaran dianggarkan Rp 3 juta lalu kemudian dinaikkan menjadi Rp 5 juta, namun warga meminta ganti rugi dengan nilai cukup tinggi.

"Kita tidak mampu di atas itu karena Palembang saja tidak setinggi itu (ganti rugi-red), anggarannya yang tidak mampu, kemungkinan kalau ada anggaran tahun 2021 kita coba lagi (dusun Prabumulih) untuk dilebarkan," bebernya.

"Mau dari mana kita cari duit Rp 50 miliar, kalau harga tanah nak Rp 8 juta per meter artinya Rp 80 miliar, nak dari mano kito duitnyo, selain itu jika kita bayar ada resiko hukum," tegasnya.

Untuk itu pihaknya menurut Ridho, selalu mengingatkan warga untuk memajukan daerah harus apa adanya, jika harga NJOP tanah itu sebesar itu jangan malah menaikkan sangat tinggi melebihi batas sehingga menyebabkan daerah lambat maju.

Beda dengan Meldi , Keponakan Dewi Perssik, Lebby Tuai Pujian Nyanyi Lagu Bojo Galak Via Vallen

Dikenal Blak-Blakan Hingga Cari Sensasi, Ini 5 Hal Identik Nikita Mirzani dan Penjelasannya

"Kalau ingin maju ya harus saling tolong, kasihan pemerintah nanti masuk penjara gara-gara itu."

"Alhamdulilah seperti di Tanjung Raman sebagai lokasi Akamigas warga sadar rela memberikan lahan per hektare Rp 200 juta karena itu sesuai NJOP, ada juga memberikan lahan Rp 10 ribu per meter di pinggir jalan besar," katanya.

Jika masyarakat sudah sadar seperti itu, tentu kata Ridho akan lebih memudahkan pemerintah dalam melakukan pembangunan untuk memajukan Bumi Seinggok Sepemunyian.

"Kalau berpikir ini kesempatan (naikkan harga tanah) lambat berkembang, kita juga sebagai pemerintah ngeri menggunakan uang rakyat untuk itu," bebernya.

6 Game Online PC Terbaik dan Terpopuler 2019, Ada PUBG, GTA, Dota 2, Apex Legend, Warframe

Siswa yang Mencekik dan Menendang Kepala Sekolah di Riau Jadi Tersangka

Lebih lanjut suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu itu mengatakan, untuk tahun ini pihaknya akan fokus memperbaiki dan melebarkan jalan di kawasan Tugu nanas hingga perbatasan, menambal jalan berlubang dan perbaikan hingga perbatasan arah palembang.

"Kita kan ada bantuan gubernur, dana itu akan kita pakai untuk perbaikan, hotmik di arah Patih Galung dan arah cambai, keinginan kita jalan di hotmik lagi sehingga mulus tidak ada lagi lubang," katanya.

Penulis: Edison
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved