Pemilu 2019

Lipat Surat Suara Pemilu 2019, Seorang Pekerja di Palembang Bisa Dapat Upah Rp 200 Ribu per Hari

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palembang, sejak Sabtu (9/3/2019) telah melakukan proses penyortiran dan pelipatan surat suara

Lipat Surat Suara Pemilu 2019, Seorang Pekerja di Palembang Bisa Dapat Upah Rp 200 Ribu per Hari
Tribun Sumsel/ Arief Basuki Rohekan
Warga ramai terlibat melipat surat suara di Kantor KPU Palembang, Senin (11/3/2019) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palembang, sejak Sabtu (9/3/2019) telah melakukan proses penyortiran dan pelipatan surat suara yang akan digunakan Pemilu 17 April 2019.

Komisioner KPU Palembang Abdul Malik mengatakan, proses penyortiran dan pelipatan surat suara saat ini masih dilakukan di dua tempat, yaitu di kantor KPU Palembang dan Balai kantor Camat Ilir Timur I Palembang.

"Pada pelipatan hari pertama sebanyak 462 kotak, disetiap kotak berisi 500 lembar surat suara. Sementara dihari kedua, sebanyak 702 kotak yang berhasil disortir dan dilipat," kata Abdul Malik, Senin (11/3/2019).

Menurut Malik, pihaknya menargetkan dalam tiga hari bisa melipat untuk setiap tingkatan surat suara masing- masing, mulai dari surat suara DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi Sumsel, DPRD kota Palembang dan surat suara Pilpres.

DPRD Sumsel Minta Bawaslu Tindak Tegas ASN Tidak Netral di Pemilu 2019

Pemilu dan Pilpres 2019: 37 TPS di Lubuklinggau Sangat Rawan, Ini Lokasinya

"Kita targetkan seharusnya, setiap 3 hari bisa menyelesaikan sekitar 3.000 kotak, meski sesuai tingkatnya, ada sekitar 2.200 an kotak, hal ini agar target pendistribusian berjalan lancar, karena 2 April harus didistribusikan," ujarnya.

Pantauan dilapangan, ratusan masyarakat yang melakukan penyotiran dan pelipatan surat suara dilakukan pengawasan dari petugas KPU, Bawaslu, Polisi hingga Sat Pol PP.

Pekerja mengaku, dalam sehari bisa menyotir dan melipat sekitar 2.000 lembar surat suara (4 kotak), dengan upah sebesar Rp 100 per lembar surat suara yang disotir dan dilipat. Artinya sehari bisa mendapat upah Rp 200 ribu.

"Saya sejak kemarin melipat, dan dapat dua ribu lembar surat suara. Satu lembarnya diberi upah Rp 100," jelas Yani warga 28 Ilir Palembang.

Jadwal Liga Champions 2019: Juventus & Schalke 04 Comeback? Tonton Video Link Live Streaming Disini

Pasangan Dimabuk Cinta Ammar Zoni-Irish Bella Pamer Kemesraan, Ammar Tertangkap Gombali Ibel

Hal senada diungkapkan Agung warga KM 10, yang memanfaatkan waktu luangnya dengan bekerja melipat surat suara tersebut.

"Kalau saya sudah melipat sejak Sabtu tadi, dan diupah kotor Rp 100 perlembar surat suara, karena sudah makan dan minum disitu," tuturnya.

Ketua KPU Sumsel, Kelly Marianan menerangkan, jika dalam biaya penyotiran dan pelipatan surat suara tersebut, KPU telah mengalokasikan Rp 200 perlembar bagi tenaga pekerja.

Namun nominal itu, termasuk biaya makan, minum, biaya sewa tempat dan transportasi mpengangkutan surat suara ke gudang.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kota Palembang, M Taufik menyatakan pihaknya terus melakukan pengawasan surat suara Pemilu yang dilakukan KPU Palembang.

3 Warga Pagaralam Digigit Anjing Dirawat di Rumah Sakit, Walikota Minta Semua Anjing Liar Ditangkap

Mawardi Yahya Beri Lampu Hijau Penjajakan Kerjasama Pertagas- PDPDE di Pemanfaatan LNG

Hingga saat ini, dirinya belum mengetahui secara pasti jumlah laporan surat suara yang rusak.

"Kami turunkan tim untuk mengawasi pelipatan surat suara di dua tempat tersebut, tapi soal surat suara rusak atau tidak layak, kami belum mendatanya secara pasti," pungkas Taufik.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved