Otak Tragedi Mayat dalam Bagasi Akhirnya Dibekuk, Pembunuhan Bermotif Narkoba

Otak pembunuhan Doni Martin (32) yang ditemukan meninggal secara tragis Akibat pukulan benda tumpul pada tahun 2010 silam, berhasil diringkus.

Otak Tragedi Mayat dalam Bagasi Akhirnya Dibekuk, Pembunuhan Bermotif Narkoba
ALAN NOPRIANSYAH/SRIWIJAYA POST
Reka adegan pembunuhan di Banyuasin. 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Otak pembunuhan Doni Martin (32) yang ditemukan meninggal secara tragis Akibat pukulan benda tumpul pada tahun 2010 silam, berhasil diringkus.

Saat Buron, selama lebih kurang 9 tahun AF alias Nanang warga lorong PMD kecamatan Alang Alang Lebar Palembang berpindah-pindah tempat menghindari pengejaran petugas, sebelum diringkus di kediaman orangtuanya.

Pembunuhan diduga akibat narkoba jenis pil ektasi. Korban katanya memberikan tersangka ekstasi abal-abal sehingga terjadi percekcokan yang setelahnya korban dihabisi pelaku.

Korban ditemukan tewas dengan luka parah pada bagian kepala, leher dan muka yang ditemukan dengan kepala dan tangan terikat tali di dalam bagasi mobil Sedan Mitsubishi warna putih bernopol BG 1245 LR di pinggir sebelah kiri Jalintim Pangkalan Balai-Betung KM 53, Dusun I Desa Lubuklancang Kecamatan Betung pada tahun 2010 lalu.

Polisi melakukan reaka 20 adegan yang diselenggarkan satreskrim Banyuasin diperagakan ketiga pelaku pada kasus pembunuhan yang disaksikan langsung oleh Istri korban kemarin.

Sedangkan kedua pelaku lainnya, AN dan RP yang telah lebih dulu tertangkap dan diadili yang telah selesai menjalani hukuman selama 4 tahun.

Dari pengakuan tersangka kasus pembunuhan bermotif masalah narkoba, sebab pelaku merasa geram merasa ditipu oleh korban karena diberikan narkoba jenis pil ekstasi yang diduga jenis palsu yang tidak memiliki efek saat dikonsumsi.

Pada 20 adegan reka ulang yang diperagakan kedua pelaku yang telah selesai menjalani masa hukuman dengan status sebagai saksi.

Pelaku sempat beberapa kali memukul korban dengan benda tumpul, sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIK, melalui kasat Reskrim AKP Wahyu maduransyah SIK menerangkan adegan rekontruksi dilakukan agar dapat menentukan peran pelaku utama tersangka AG dan mempertegas serta memperjelas kepada penyidik dan pihak kejaksaan.

"Sekitar 20 adegan lebih, Selama ini status sebagai DPO dan berhasil kita temukan dan kita amankan dirinya sebagai pelaku utama,"ujar Wahyu. Rabu (7/3/2019). Diruang kerjanya.

Sementara istri korban yang hadir pada rekontruksi mengaku puas dengan kinerja jajaran reskrim polres Banyuasin serta meminta pelaku diberikan hukuman yang berat.

"Hukuman mati kalau bisa dan juga saya ucapkan terimakasih dengan tim polres beserta jajarannya sudah menyikapi untuk saya san keluarga," jelasnya.

SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
Rekonstruksi - Salah satu adegan reka ulang pada 20 adegan di Mapolres Banyuasin.

Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved