Pemilu 2019

Dilaporkan Dugaan Langgar Kode Etik, Ketua KPU Palembang Eftiyani Jalani Sidang DKPP Senin Besok

Eftiyani diduga telah melanggar kode etik penyelenggara Pemilu karena pernah menjadi tim saksi salah satu Pasangan Calon (paslon) Gubernur

Dilaporkan Dugaan Langgar Kode Etik, Ketua KPU Palembang Eftiyani Jalani Sidang DKPP Senin Besok
Tribun Sumsel/ Arief Basuki Rohekan
Ketua KPU Palembang Eftiyani 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Palembang, Eftiyani dijadwalkan akan menjalani sidang pemeriksaan, dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara Pemilu oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel, Jakabaring, Senin (4/3/2019).

Hal ini merujuk pada perkara nomor 29-PKE-DKPP/II/2019, dengan pengadu Rikky Yudistira.

Teradu (Eftiyani), diduga telah melanggar kode etik penyelenggara Pemilu karena pernah menjadi tim saksi salah satu Pasangan Calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur pada Pilkada Provinsi Sumsel 2018.

Rencananya, sidang pemeriksaan dipimpin Ketua majelis Prof Muhammad selaku anggota DKPP bersama Tim Pemeriksa Daerah (TPD) Provinsi Sumsel, yakni Febrian (unsur Masyarakat), Junaedi (unsur Bawaslu) dan Amran Muslimin (unsur KPU).

Airlangga Hartato Siapkan Reward DPD dan Caleg Golkar Peroleh Banyak Suara di Pemilu 2019

Mendikbud Muhadjir Effendi Hadiri Pemecahan Rekor Muri Penyajian 1.000 Pindang Pegagan dan Meranjat

“DKPP telah memanggil semua pihak secara patut, yaitu lima hari sebelum sidang pemeriksaan digelar,” kata Kepala Biro Administrasi DKPP, Bernad Dermawan Sutrisno, Minggu (3/3/2019).

Dijelaskannya, sidang tersebut dilaksanakan terbuka dan akan dilakukan secara transparan.

“Sidang Kode Etik DKPP bersifat terbuka artinya masyarakat dan media dapat menyaksikan langsung jalannya sidang pemeriksaan atau melalui live streaming Facebook DKPP, @medsosdkpp," tutup Bernad.

Anggota Bawaslu Sumsel sekaligus tim pemeriksa Junaidi membenarkan, akan adanya sidang kode etik DKPP tersebut, terkait dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara Pemilu.

Update Kasus Bidan di Pemulutan, Bukti Ilmiah Penyelidikan Labfor Tidak Mengarah Pemerkosaan

Pempek Gunting Kekinian Rasa Jagung Bakar, Sapi Panggang, Barbeque dan Keju, Disukai Turis-turis

"Ketua KPU Palembang dipanggil, kapasitasnya sebagai saksi dalam rekapitulasi perhitungan suara pada Pilgub 2018 lalu, pengadu mempertanyakan kenapa pada saat itu jadi saksi paslon, juga mendaftar sebagai anggota KPU Palembang, apakah berpartai atau tidak. Maka hal ini kami majelis akan mendalaminya," jelas Junaidi.

Junaidi menjelaskan, ia dan komisioner Bawaslu Sumsel lainnya menghimbau kepada penyelenggara pemilu, untuk melakukan pekerjaannya sesuai aturan yang ada, dan jangan sampai melenceng dari peraturan.

Aktor Sinetron Cinta Buta Rezky Aditya Bongkar Tipe Wanita Idaman Rangga Azof, Sosok Nikita Willy?

Heboh Foto Syur Diduga Bidan di Prabumulih Tersebar di Facebook dan Instagram, Dugaan Akun Di-hack

"Bagi penyelenggara pemilu diminta dengan sungguh- sungguh, menjaga etika dan moral. Dalam etika, jangan pernah terpikir atau melenceng maupun berniat sekalipun melanggat hukum."

"Kemudian moral yang merupakan basic dalam hidup, dan jadikan moral sebagai panduan dalam hidup untuk kerja secara maskismal," tandasnya.

Ketua KPU Palembang Eftiyani yang dihubungi sore tadi enggan mengomentari hal tersebut.

"Tidak ada komentar," pungkasnya.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved