Kenali Gejala HIV/AIDS, Pasien HIV/AIDS Meningkat Tiap Bulannya

Setiap bulannya pasien HIV dan AIDS di Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang selalu mengalami peningkatan.

Kenali Gejala HIV/AIDS, Pasien HIV/AIDS Meningkat Tiap Bulannya
Viral4real
Nyeri otot dan sendi tanda HIV 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Setiap bulannya pasien HIV dan AIDS di Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang selalu mengalami peningkatan.

Tercatat, hingga Desember 2018 total ada 2.099 jiwa yang positif terkena HIV dan AIDS. Selain itu di tahun 2018 juga terdaftar sebanyak 634 jiwa yang sudah melakukan pemeriksaan virus HIV di RSMH. Hasilnya ada yang reaktif dan ada pula yang tidak reaktif.

Data tersebut juga sudah termasuk anak-anak yang juga menjadi pasien HIV dan AIDS.

Terkait fakta anak-anak yang menjadi pasien HIV AIDS, Ketua tim penanganan HIV AIDS RSMH sekaligus dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr Harun Hudari SpPD mengatakan berbagai faktor bisa menjadi penyebabnya. Mulai dari masa kehamilan, melahirkan hingga menyusui bisa menjadi alasan seorang anak terkena virus HIV yang tertular oleh ibunya.

"Bisa juga dari faktor lingkungan. Misalnya, anak kecil tanpa sengaja tertusuk jarum yang terdapat darah pengidap HIV, itu bisa menjadi faktor penularan virus HIV,"ujarnya pada Tribun Sumsel, Jumat (1/3/2019).

Selain anak-anak, virus HIV juga cenderung lebih menyerang orang di usia produktif. Ia menjelaskan, sebenarnya penyebaran virus HIV dapat terjadi melalui kontak cairan tubuh milik pengidap dan penderita HIV AIDS. Terkhusus menular melalui darah pasien tersebut yang masuk ke tubuh orang lain.

Sehingga bersin, air liur, air mata, keringat bahkan sperma pun bukan menjadi media penularan virus HIV.

"Seperti yang kita tahu, pasien HIV AIDS seringkali dikucilkan oleh masyarakat sebagai akibat dari rasa takut akan tertular penyakit yang sama. Padahal sebenarnya, penyebaran virus tersebut tidak sembarangan. Selama darah pasien tersebut tidak masuk ke tubuh kita, maka jangan khawatir akan tertular,"tuturnya.

Dijelaskannya, ada empat stadium bagi pasien HIV dan AIDS. Stadium pertama menunjukan tanpa gejala dan stadium kedua gejalanya masih terdapat di kulit. Sedangkan saat memasuki stadium ketiga virus sudah mulai menyebar ke bagian dalam dan stadium empat, virus sudah menyerang organ yang vital dalam tubuh.

"Kesimpulannya pasien stadium satu dan dua disebut pengidap HIV sementara stadium tiga dan empat disebut penderita AIDS. Perbedaan nama dimaksudkan untuk menunjukan seberapa besar tingkat keparahan penyakit tersebut,"ungkapnya.

Butuh penangan tepat bagi pasien HIV AIDS. Sebab virus HIV menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang, sehingga kuman atau bakteri akan mudah masuk dan berkembang biak di tubuh penderita HIV dan pengidap AIDS.

"Jadi virus HIV berbeda dengan Virus Hepatitis yang dapat membunuh manusia. Hal yang sebenarnya adalah virus HIV akan memakan habis sistem kekebalan tubuh. Sehingga berbagai penyakit, kuman atau bakteri sangat mudah menyerang. Itulah kenapa pasien HIV dan AIDS sangat rentan terkena berbagai penyakit yang bisa berakibat pada kematian,"jelasnya.

Di RSMH sendiri, sudah ada tempat poli pelayanan khusus bagi pasien HIV AIDS. Mulai dari ruangan konseling, pemeriksa hingga pengobatan rutin ada di tempat tersebut. Bahkan pasien bisa langsung mendaftar dan mendapatkan pelayanan langsung tanpa harus mengantri dengan pasien lain.

"Jadi semua itu demi kenyamanan pasien tersebut. Sebab seringkali pasien HIV dan AIDS merasa minder bila bertemu banyak orang. Jadi sengaja kami memberikan pelayanan khusus sehingga mereka bisa lebih nyaman saat menjalani perawatan,"ungkapnya. (cr8)

Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved