Tarif Kargo Udara Mahal, Ada Perusahaan Logistik Ekspedisi di Palembang Bangkrut Gulung Tikar

Tarif Kargo Udara Mahal, Ada Perusahaan di Palembang Bangkrut Gulung Tikar

Tarif Kargo Udara Mahal, Ada Perusahaan Logistik Ekspedisi di Palembang Bangkrut Gulung Tikar
HARTATI/TRIBUNSUMSEL.COM
Layanan kargo di terminal kargo Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Imbas tarif kargo udara yang meningkat tajam membuat perusahaan-perusahaan jasa pengiriman ekspres, pos dan logistik di Indonesia tertekan hingga ada pula yang gulung tikar.

Di Palembang salah satu perusahaan ekspedisi gulung tikar.

Sekjen Asperindo Sumsel, Haris menjelaskan, perusahaan tersebut memang perusahaan kecil dan juga hanya handling barang.

Robby Sosok Fotografer yang Buat Ide Kreatif, Kritik Jalan Rusak di Batumarta OKU Sumsel yang Viral

Ini Dia Avanza Seken yang Dibeli Kades di Sumsel Pakai Dana Desa, Warna Putih Harga Rp 150 Juta

Sehingga saat jobnya dari Jakarta juga habis dan bertepatan dengan isu kenaikan tarif kargo sehingga menjadi momen yang pas perusahaan tersebut tutup.

Tapi perusahaan lain yang lebih besar biasanya masih bisa bertahan karena ikut menyesuaiakan tarif dan sebagian melayani pengiriman via darat.

"Kenaikannya memang signifikan tapi kita siasati dengan sebagain jalur darat juga," ujar Haris, Rabu (27/2/2019).

Saat ini dikatakannya sejumlah perusahaan ekspedisi masih bertahan menanggung cost yang lebih besar dan berharap tol Palembang-Bakauheni segera rampung.

Hal itu agar bisa menyiasati pengiriman barang via jalur darat.

Namun pengiriman via darat juga masih minim saat ini.

Hanya 20 persen dari total pengiriman yang menggunakan jalur darat karena daya beli masyarakat Sumsel masih cukup baik dan juga mereka memilih pengiriman ekspres karena ingin cepat sampai.

"Hingga mendekat lebaran kami masih bertahan, nanti kalau tol langsung sudah bisa dilalui kita bisa menekan cost agar tetap bisa operasional," tambahnya.

Dampak mahalnya tarif kargo juga menekan jumlah pelanggan perusahaan ekspedisi yang turun hingga 20 persen.

Oleh-oleh berupa pempek, kemplang masih mendominasi pengiriman barang ke luar Sumsel.

Sementara itu barang yang masuk ke Sumsel didominasi dari sekitar Jabodetabek yang berasal dari transaksi e-commerce.

Penulis: Hartati
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved