Inilah Caleg Tertua di Palembang, Profil Syarifpudin Sjingkur dari PAN

Dari total 748 calon anggota legislatif (caleg) di Sumsel ada satu yang tertua. Syarifpudin Sjingkur adalah salah satu caleg dari PAN

Inilah Caleg Tertua di Palembang, Profil Syarifpudin Sjingkur dari PAN
ARIEF BASUKI ROHEKAN/TRIBUNSUMSEL.COM
Caleg tertua di Sumsel Syarifpudin Sjingkur. 

TRIBUNSUMSEL. COM, PALEMBANG - Dari total 748 calon anggota legislatif (caleg) di Palembang, ada satu yang tertua.

Syarifpudin Sjingkur adalah salah satu caleg yang akan bersaing di pemilu 17 April nanti dan yang paling tertua.

"Usia saya masuk 69 tahun," kata Syarifpudin ditemui dikediamannya selepas menerima aspirasi masyarakat.

Meski sudah berusia hampir 70 tahun, namun fisiknya terlihat masih segar, dan tidak terlihat jika sudah uzur.

Bagi bapak 5 anak yang telah dikaruniai 8 cucuk ini, menjadi legislator adalah impian besar. Ada cita-cita yang hanya bisa direngkuh melalui jabatan ini, yaitu dia ingin bekerja dengan orientasi menghapus kemiskinan dan adanya pemerataan khususnya di daerah pinggiran.

"Saya ingin mempergunakan ilmu, wawasan yang ada, dan saya miliki bagi kepentingan masyarakat banyak, yaitu memajukan masyarakat dan ekonominya. Meski sejak dulu tidak terjun ke parpol tapi saya selalu diajak, dan sekarang saya coba, meski awalnya sempat ditentang anak- anak, namun akhirnya mereka mengerti," capnya.

Ditambahkan warga Kayu Are Kecamatan Kertapati ini, ia sendiri ingin memberikan semangat bagi kader atau caleh PAN yang muda, untuk bisa berbuat sekaligus membesarkan partai.

Hal itulah, mengapa caleg PAN DPRD kota Palembang dari dari VI yang meliputi Kecamatan Kertapi, SU I dan Jakabaring ini tetap bersemangat kembali sebagai caleg meski sempat gagal pada pencalonannya pada Pileg 2014 yang lalu.

"Pada Pileg 2014 lalu, saya memang maju sebagai caleg di Kabupaten Lahat untuk dapil Merapi, melalui partai Gerindra. Namun saya kalah, tapi saya sekarang maju di kota Palembang, dan berharap bisa terwujud," jelas suami Hidayati Saman ini.

Syarifpudin sendiri enggan mengungkap finansialnya untuk kembali mencalonkan diri kali ini. Dia hanya menyebut semakin kerap terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang langsung menyentuh ke masyarakat, seperti blusukan atau kegiatan yang ada di masyarakat.

"Kalau modal dana, saya rasa dibanding trman lainnya kami paling minim, dan sempat anak- anak nanya, ada simpanan berapa? Saya jawab ada, tapi malu mengatakannya. Kalau kita tidak ada modal salah, tapi sarana prasarana saya sudah ada, dan selama ini senang bergaul bukan karena keluarga, tapi teman dan pergaulan," tutur pria kelahiran 31 Desember 1950 silam.

Syarifpudin juga memiliki cara untuk mendapat dukungan masyarakat, yaitu dengan banyak melakukan blusukan ke masyarakat, sekaligus melakukan dialog langsung dan menyerap aspirasi yang ada dilapangan.

"Kita blusukan terus, siang hari sampai malam. Minimal 5 rumah kita temui sehati dan saya sering datangi rumah warga sejak Oktober 2017, dan bukan hanya pileg ini saja," ungkap pria yang sudah pensiun sejak 2005 lalu dari lembaga asuransi nasional tersebut.

Caption: (1) Syarifpudin Sjingkur bersama ketua umum PAN Zulkifli Hasan.
(2 & 3) Syarifpudin Sjingkur dikediamannya
(4) Syarifpudin Sjingkur saat mendampingi cawapres 02 Sandiaga Uno do Palembang beberapa waktu lalu

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved