Ini Perbedaan Kredit KPR di Bank Syariah dan Bank Konvesional, Bunga Bank Syariah Tetap

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bank Syariah semakin banyak diminati masyarakat.

Ini Perbedaan Kredit KPR di Bank Syariah dan Bank Konvesional, Bunga Bank Syariah Tetap
ISTIMEWA
Sosialisasi perbankan syariah di komplek Pertamina oleh Bank Mandiri Syariah, Senin (25/2/2019).(ist) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bank Syariah semakin banyak diminati masyarakat.

Masyarakat kadang masih binggung membedakan perbankan. Apa saja beda bank konvensional dan bank syariah, sebab bank konvensional pastinya memiliki anak perusahaan bank syariah yang juga memiliki produk atau layanan perbankan yang dibilang hampir sama.

Operational Manager Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah Palembang Popi Peri Muniko menjelaskan perbedaan bank konvensional dan bank Syariah.

Dikatakannya bahkan bank konvensional dan Syariah sebenarnya memiliki produk perbankan yang sama mulai dari jenis tabungan, kartu kredit, layanan mobile banking, internet banking namun yang membedakannya hanya penamaannya saja. Sehingga bank syariah bukanlah bank yang tidak mengikuti kemajuan teknologi.

"Bank konvensional menerapkan prinsip hibah dan bank Syariah menerapkan prinsip syariah," ujarnya ditemui di sela sosialisasi perbankan syariah di komplek Pertamina, Senin (25/2/2019).

Peri mencontohkan Bank Syariah dalam melakukan transaksi pembelian rumah sama seperti proses jual beli biasa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yakni akan melakukan proses akad dengan ketentuan harga rumah saat awal dibeli nasabah harganya flat atau tetap hingga akhir proses kredit.

Contohnya harga rumah Rp 80 juta maka dibeli secara kredit oleh nasabah menjadi Rp 120 juta maka untung bank Rp 40 juta hingga akhir KPR tidak akan ada kenaikan bunga lagi meski suku bunga bakal naik, dll.

Berbeda dengan bank konvensional yang akan menjual rumah dengan harga saat itu ditambah bunga. Harga tersebut juga sewaktu-waktu bisa saja berubah karena bunga yang ditetapkan mengikuti suku bunga acuan yang ditetapkan Bank Indonesia. Sehingga sampai akhir kredit harga rumah yang dibeli bukanlah harga awal saat perjanjian jual beli dilakukan.

Contoh lain perbedaan bank Syariah dan Bank konvensional yakni dari segi tabungan. Bank konvensional akan menetapkan bunga tetap untuk satu tahun masa tabungan.

Berbeda dengan bank Syariah yang akan menerapkan prinsip bagi hasil umumnya 50:50. Jadi nasabah akan mendapatkan bunga dengan ketentuan bagi hasil yang disepakati secara tetap namun besaran hasil bagi hasil akan berbeda setiap bulannya. Jika bank memperoleh penghasilan besar maka bagi hasil yang didapat nasabah semakin besar dan juga sebaliknya.

Dicontohkannya misalnya nasabah menabung Rp satu juta dan diakhir bulan ternyata bank mendapat untung Rp 200 ribu maka nasabah mendapat bagian Rp 100 ribu bulan itu. Tapi jika bukan depan bank mendapat laba lebih besar maka bagi hasil nasabah lebih besar dibanding bulan lalu.

"Penjelasan inilah yang kita jelaskan pada karyawan Pertamina juga BUMN rekanan BNI Syariah lainnya bahwa bank Syariah tidak kalah dari sisi produk juga kualitas layanannya," tutupnya.

Penulis: Hartati
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved