Video

Video : Tiga Pelaku Pungutan Liar (Pungli) Pakai Atribut Polisi Dan TNI

Dalam menjalankan aksi para pelaku diduga mengaku sebagai personel Satlantas Polres Prabumulih atau anggota TNI. Hal itu disebabkan satu diantara pela

TRIBUNSUMSEL.COM - Tiga pelaku pungutan liar (pungli) yang meresahkan para pengemudi truk angkutan melintas Prabumulih, diringkus Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIK MH turun langsung bersama jajaran Satreskrim Polres Prabumulih, Sabtu (23/2/2019) sekitar pukul 00.30.

Hebatnya, dalam menjalankan aksi para pelaku diduga mengaku sebagai personel Satlantas Polres Prabumulih atau anggota TNI. Hal itu disebabkan satu diantara pelaku menggunakan celana TNI lengkap dengan sepatu serta menggunakan jas hujan Polisi Lalulintas (Polantas).

Pelaku pungli yang menggunakan atribut TNI-Polri tersebut yakni Imam Aswari (21), warga Jalan Kopral Toya No 057 RT 002 RW 004 Kelurahan Pasar II Kecamatan Prabumulih Utara kota Prabumulih. Dari tangan pelaku Imam diamankan sejumlah uang hasil pungli dan atribut TNI-Polri.

Sementara dua pelaku lain yakni Ongki Wardana (22) warga Jalan Letnan Munandar RT 06 RW 01 Kecamatan Prabumulih Barat kota Prabumulih dan Deni Sukri (41) warga Kelurahan Karang Raja Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih.

Dari tangan Ongki Wardana diamankan uang hasil pungli Rp 28 ribu dan dari tangan Deni Sukri diamankan uang Rp 50 ribu.

Ketiga pelaku yang belum lama melakukan aksinya itu diporgoki Kapolres dan jajaran ketika melakukan pungli di simpang tugu air mancur Jalan Jenderal Sudirman Kecamatan Cambai kota Prabumulih.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tiga pelaku berikut barang bukti diamankan di Mapolres Prabumulih.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIK MH menegaskan ketiga pelaku tertangkap tangan ketika dirinya bersama petugas melakukan patroli di wilayah hukum kota Prabumulih.

"Pelaku ini memintai pengendara angkutan yang lewat sejumlah uang, parahnya dalam menjalankan aksinya menggunakan atribut kepolisian dan TNI. Ketiganya telah kami ringkus dan masih menjalani proses pemeriksaan kami," tegasnya.

Tito menuturkan, tidak hanya melakukan pungli para pelaku juga memberikan jasa pengawalan truk angkutan baik hingga perbatasan kota Prabumulih maupun hingga Kabupaten Lahat atau Kabupaten OKU. "Kita juga menemukan banyak foto anggota TNI dan Polri dari tas pelaku Imam, ini tentu akan kita selidiki apakah mereka ada setoran atau bagaimana. Barang bukti kita amankan sedikit karena para pelaku ini baru melakukan aksi ketika kita amankan," bebernya.

Lebih lanjut Tito menjelaskan, dirinya bersama anggota terus melakukan patroli lantaran banyak laporan masyarakat khususnya pengendara yang mengaku menjadi korban pungutan liar. "Jadi tidak benar adanya pembiaran truk masuk jalan dalam kota maupun pelaku pungli dibiarkan, jika ada kita sikat," jelasnya seraya mengatakan para pelaku akan dijerat pasal 504 KUHPidana tentang tindak pidana ringan mengemis dimuka umum dengan ancaman 6 bulan kurungan penjara.

Sementara pelaku Imam Aswari mengakui sudah tiga bulan terakhir melakukan pungli modus pengawalan truk angkutan. "Atribut itu tidak saya pakai dan saya tidak mengaku-ngaku anggota, jas polisi itu saya beli dari teman Rp 100 ribu dan celana itu juga dari teman. Kami pungli truk-truk dan mengawal melintas dalam kota," ungkapnya.

Imam dan dua temannya mengatakan, setiap mengawal truk dari tugu air mancur hingga tugu nanas meminta uang antara Rp 60 ribu hingga Rp 150 ribu. "Saya dan Ongki khusus dari air mancur ke tugu nanas, Dedi dari air mancur ke simpang empat Tanjung Raman arah Baturaja, tiap kami kawal tidak ada polisi yang memberhentikan," katanya seraya mengaku uang hasil pungli untuk foya-foya.

Penulis: Edison
Editor: Abriansyah Liberto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved