Video

Video : Jembatan Musi VI Tertunda Sampai Tahun 2020

Paling cepat diajukan anggaran perubahan 2019, paling lambat di 2020. Meskipun begitu kita tetap melakukan proses pembebasan lahan.

TRIBUNSUMSEL.COM - Hingga kini Jembatan Musi VI belum bisa dipastikan dilanjutkan pembangunanya tahun ini atau tahun depan. Namun meskipun begitu kondisi di Jembatan Musi VI terlihat terawat dan rapi.

"Untuk Jembatan Musi VI ini masih dalam masa pemeliharaan PT Nindya Karya, mereka menugaskan 3 orang untuk jaga malam setiap hari untuk mengawasi jembatan musi VI," ujar Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumsel, Dharma Budi saat dikonfirmasi, Jumat (22/2).

Lebih lanjut ia mengatakan, baik siang maupun malam ada petugas yang mengawasi Jembatan Musi VI ini, secara bergiliran. Jadi terkait keamanan dan pengawasan jembatan ini cukup dijaga.

"Semoga di Jembatan Musi VI ini aman dan tidak ada pencurian. Lalu di Jembatan Musi VI ini untuk lampu yang warna warninya tetap dinyalakan setiap hari mulai pukul 19.00-23.00. Namun memang saat hari biasa hanya satu warna tapi kalau hari Sabtu dan Minggu lampunya warna-warni," katanya.

Sementar itu Kepala Bidang Bimtek Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumsel, M Ridwan menambahkan, untuk Jembatan Musi VI akan tetap dilanjutkan pembagunannya. Namun memang belum bisa dipastikan kapanya.

"Paling cepat diajukan anggaran perubahan 2019, paling lambat di 2020. Meskipun begitu kita tetap melakukan proses pembebasan lahan dan kami targetkan untuk lahan kalau tidak ada kendala tahun ini selesai," katanya.

Ia pun menjelaskan, bahwa untuk pembebasan lahan ini tak banyak lagi untuk di Sebaran Ilir hanya tinggal 2 persil untuk bagian bangunan jembatan. Kalau untuk akses pendekat dan pelebaran jalan masih ada beberapa. Lalu untuk di Seberang Ulu untuk bagian pembangunan jembatan masih ada 7 persil lagi yang belum dibebaskan.

"Tahun kemarena sudah kita proses hanya masih ada sangahan-sangahan. Tahun ini masih tetap kita mintak selesaikan dulu terkait sangahan masyarakat, baru dilakukan pembebasahan lahan dan pembayaran," tutupnya.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Abriansyah Liberto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved