Herman Deru Sebut Pasemah Air Keruh Bisa Saingi Belitang Sebagai Lumbung Pangan

Herman Deru menegaskan, 29.507 hektare luas sawah di kawasan Pasemah Air Keruh apabila dikelola dengan baik akan menjadi lumbung pangan

Herman Deru Sebut Pasemah Air Keruh Bisa Saingi Belitang Sebagai Lumbung Pangan
Humas Pemprov Sumsel
Gubernur Herman Deru saat kunjungan kerja di Empat Lawang 

TRIBUNSUMSEL.COM, EMPATLAWANG-Kunjungan kerja Gubernur Sumsel pada Kamis (21/2/2019) petang diakhiri dengan silaturahmi dengan warga Desa Air Mayan Kecamatan Pasemah Air Keruh Kabupaten Empat Lawang.

Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan, 29.507 hektare luas sawah di kawasan Pasemah Air Keruh apabila dikelola dengan baik akan menjadi lumbung pangan saingan bagi Belitang.

Herman Deru berkat keberhasilannya memajukan sektor pertanian di OKU Timur mendapatkan sejumlah penghargaan dari pemerintah pusat.

Tujuh kali mendapatkan penghargaan P2BN serta penghargaan tertinggi berupa bintang jasa Pratama dari Presiden.

"Jadi saya tidak main-main dengan masalah pertanian ini. Kalau nak buat saluran irigasi. Selama ada yang mau menanggung jawabnya malam ini juga ku kirim alat berat. Daerah ini harus jadi lumbung pangan, minimal dua kali panen selama setahun,"tegasnya.

Herman Deru meminta agar sektor pertanian di daerah ini digarap dengan baik. Sehingga hasil produksi meningkat malalui pembentukan kelompok tani. Untuk memudahkan mendapatkan bantuan handtraktor, penyaluran pupuk dan sarana produksi lainnya.

Daftar 10 Orang Paling Kaya di Indonesia Tahun 2019, Hartono Bersaudara Masih Tetap Nomor Satu

Spesifikasi Samsung Galaxy Fold, Hape Lipat Pertama Samsung Dengan 6 Kamera

"Jika masyaratkat ingin ikrarkan. Daerah ini harus menjadi lumbung pangan. Menekan angka kemiskinan itu yang tercepat melalui peningkatan sektor pertanian," tambahnya.

Gubernur juga berjanji akan memajukan sektor peternakan melalui bantuan pemberian sapi. Melalui kelompok.

Masalah keamanan juga menjadi hal penting yang tidak bisa dipisahkan. Sejumlah penyebab terjadinya kejahatan karena kesempatan.

Karena itu kesempatan harus ditutup. Niat lebih dikarenakan masalah moral. Pencegahannya tidak cukup dibebakan pada aparat kepolisian. Namun harus juga ada peran dari kalangan orang tua dan masyarakat.

Halaman
12
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved