Pemilu dan Pilpres 2019: 37 TPS di Lubuklinggau Sangat Rawan, Ini Lokasinya

Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) akan dilaksanakan serentak 17 April mendatang atau kurang dari dua bulan lagi.

Pemilu dan Pilpres 2019: 37 TPS di Lubuklinggau Sangat Rawan, Ini Lokasinya
EKO HEPRONIS/TRIBUNSUMSEL.COM
Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis.

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) akan dilaksanakan serentak 17 April mendatang atau kurang dari dua bulan lagi.

Polres Lubuklinggau kini sudah mememetakan daerah-daerah yang rawan terjadinya tindak kecurangan saat proses demokrasi lima tahunan ini berlangsung.

"Untuk wilayah sangat rawan ada 37 TPS, kemudian yang rawan 17 TPS dan sisanya agak rawan 322 TPS," ungkap Dwi pada wartawan, Rabu (20/2/2019).

Hanya saja, dari jumlah itu Dwi mengaku lupa, TPS mana saja yang masuk kategori agak rawan, rawan dan sangat rawan, alasannya kata Dwi, wilayah-wilayah TPS tersebut jumlahnya sangat banyak.

"Nanti datanya saya akan susulkan," ungkapnya.

Ia menyebutkan untuk daerah-daerah tersebut pengamanannya dilakukan dengan tingkatan berbeda-berbeda sesuai dengan tingkat kerawanan masing-masing TPS.

"Kategori agak rawan satu polisi empat TPS, kategori rawan satu polisi dua TPS, kemudian kategori sangat rawan satu polisi satu TPS," tetangnya.

Menurutnya sejauh ini Kota Lubuklinggau masih dalam tahap kondusif, karena sedang dalam tahap kampanye, pengamatan diluar pun belum ada gejolak-gejolak yang tinggi.

"Namun apapun resikonya kita harus waspada mengamankannya, karena bisa saja berubah, karena apa, situasi ini tidak bisa kita baca setiap saat, " ujar Dwi.

Mengenai money politics, Dwi mengatakan tidak ada perhatian khusus, menurutnya semua daerah dibumi Sebiduk Semare sama, baik daerah pinggiran kota maupun tengah kota.

"Saya bersama jajaran berusaha keras untuk mencegahnya, seperti di Pagar Alam, namun demikian money politik ini susah-susah gampang di monitor, alasan belanja kepasar tiba-tiba nyelipkan, itu tidak bisa diprediksi," terangnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved