Pakar: Rokok Elektrik Sama Bahanya, Indonesia Produksi 430 Miliar Rokok Batangan

Praktisi Kesehatan dr. H Hakim Sorimuda Pohan, Sp. Og menjelaskan Indonesia adalah negara ke lima terbesar penyumbang daun tembakau dunia

Pakar: Rokok Elektrik Sama Bahanya, Indonesia Produksi 430 Miliar Rokok Batangan
HARTATI/TRIBUNSUMSEL.COM
Praktisi Kesehatan dr. H Hakim Sorimuda Pohan, Sp. Og menjelaskan bahaya rokok bagi kesehatan di sela seminar kesehatan nasional 2019 rokok masa depan generasi muda pada era 4.0 di Griya Agung, Sabtu (16/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Hartati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Praktisi Kesehatan dr. H Hakim Sorimuda Pohan, Sp. Og menjelaskan Indonesia adalah negara ke lima terbesar penyumbang daun tembakau dunia setelah Cina, Amerika, India dan juga Brazil.

Dijelaskan Hakim, 39-40 persen pasokan tembakau dunia dari cina, 16 persen dari Brazil, 10 persen daei India, 6 persen dari Amerika dan
1,9 persen Indonesia yang disusul Zimbabwe.

Hakim mengaku miris dengan dampak rokok yang bagi kesehatan namun sayangnya produksi rokok dalam negeri justru digenjot semakin besar.

Jika dulu setiap tahun produksi rokok dibatasi hanya 265 miliar batang justru naik menjadi 430 miliar batang per tahun.

Rokok pun kini sudah berubah fungsi dari rokok kretek batangan menjadi rokok elektrik di era 4.0, namun dampaknya sama saja sama-sama berbahaya karena ada bagian dari rokok kretek yang tidak menjadi bahan rokok elektrik atau sebakiknya, tidak ada bahan yang diproduksi dalam rokok elektrik ada di rokok kretek.

Cerita Sedih Rektor UNSRI Anis Saggaf Tentang Rokok, Larang Merokok di Kampus

Penulis: Hartati
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved