Pilpres 2019

Soal Sholat Jumat Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Sentil KPU RI : 'Pak Prabowo Tahu Aturan'

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menanggapi pernyataan Komisioner Komisi Pemilihan Umum

Soal Sholat Jumat Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Sentil KPU RI : 'Pak Prabowo Tahu Aturan'
Tribunnews/Herudin
Capres Nomor Urut 02, Prabowo Subianto 

TRIBUNSUMSEL.COM- Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menanggapi pernyataan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan terkait agenda salat Jumat calon presiden Prabowo Subianto.

Hal tersebut seperti yang tampak dalam unggahan Dahnil Anzar di akun Twitter miliknya, @Dahnilanzar, Kamis (14/2/2019).

Melalui kicauannya, Dahnil Anzar berpendapat bahwa pernyataan yang dilontarkan Wahyu terkait agenda Salat Jumat Prabowo itu merupakan pernyataan yang tendensius.

 Dahnil Anzar menegaskan bahwa Prabowo mengetahui etika dan aturan berkampanye.

Ia juga menegaskan bahwa tidak salah jika Prabowo salat di mana pun tempatnya nanti.

"Mas Wahyu @KPU_ID agaknya statement ini tendensius, Pak @prabowo tahu etika dan aturan.

Beliau bisa shalat dimana saja itu benar.

Tapi mengeluarkan statement mengingatkan salah satu calon untuk sesuatu yg tdk dilakukan itu tak elok.

Kecuali bahasa anda mengingatkan kedua pihak," tegas Dahnil Anzar.

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menanggapi pernyataan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan terkait agenda Salat Jumat calon presiden Prabowo Subianto.
Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menanggapi pernyataan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan terkait agenda Salat Jumat calon presiden Prabowo Subianto. (Twitter @Dahnilanzar)

Sebagaimana diketahui sebelumnya, di media sosial beredar poster ajakan salat Jumat bersama Prabowo di Masjid Agung Semarang pada Jumat (15/2/2019).

Hal ini lantas menjadi perbincangan hingga membuat KPU yang diwakili oleh Wahyu juga turut angkat bicara.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Wahyu menegaskan bahwa kampanye tidak boleh dilakukan di tempat ibadah.

Halaman
12
Editor: M. Syah Beni
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved