Serikat Pekerja Pertamina Minta Jangan Kambinghitamkan Pertamina Terkait Mahalnya Tiket Pesawat

Banyak hal yang memicu kenaikan harga, diantaranya tingginya biaya operasional pesawat, biaya maintence serta biaya lainnya. Bukan hanya avtur

Serikat Pekerja Pertamina Minta Jangan Kambinghitamkan Pertamina Terkait Mahalnya Tiket Pesawat
KONTAN
PERTAMINA AVTUR 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia dengan tegas menolak pernyataan Presiden RI, Jokowi yang menyebut pemicu mahalnya harga tiket pesawat karena tingginya harga Avtur dari Pertamina.

Jokowi mengklaim, atas alasan itulah, Pertamina selaku pemain tunggal distribusi Avtur di Indonesia wajib melakukan pembenahan, salah satunya menurunkan harga avtur.

Presiden juga berencana membuka kran suplai Avtur dari perusahaan migas lainnya, selain Pertamina.

Pertamina dianggap Jokowi sebagai monopoli bisnis Avtur namun belum memberikan manfaat lebih kepada masyarakat, lantaran tingginya harga, jauh diatas harga avtur negara lain, seperti Thailand, Korea dan negara lainnya.

Badan Pengelola Kereta Api Ringan Sumsel Sudah Terbentuk, Bertujuan Kurangi Subsidi LRT

Cerita Suka Duka Kampanye Caleg Muda, Saat Sosialisasi Masyarakat Malah Kabur

Atas pernyataan itulah yang memancing para Serikat Pekerja Pertamina bersuara keras.

Mereka menolak pernyataan Jokowi dengan memaparkan sejumlah fakta dan bukti.

Bahkan Serikat Pekerja mengancam siap melakukan aksi industrialisasi jika Jokowi tidak menarik pernyataan tersebut.

Dengan tegas, para anggota Serikat Pekerja mengklaim Jokowi hanya penyebar hoak tanpa dasar.

Joko Driyono Resmi Ditetapkan Tersangka Kasus Pengaturan Skor, Dicekal ke Luar Negeri

Sukses Kelola Genjer Jadi Sumber Penghasilan, Desa Nantal Wakili Lahat Selatan di Lomba Desa

"Presiden benar-benar mengkambinghitamkan Pertamina. Avtur disebut sebagai pemicu utama kenaikan harga tiket. Ini sangat mustahil dan sangat tidak berdasar," kata Ketua Umum Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia (SPPSI) Jakarta, M Syafirin yang didampingi Sekjendnya, M Anis.

Juga hadir Dewan Penasehat SPPSI Jakarta, Noviandri, Ketua SPPRU 3 Plaju, M Yunus dan Sekjend, Herman Sudrajat. Juga ketua Umum SP3N Pertamina, Yohan Effendi di gedung Lahendong Sei Gerong, Jumat (15/2/2019).

Halaman
123
Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved