Advetorial

PT TEL Gelar Pelatihan Beternak Lebah Madu Kelulut di Desa Semaja Makmur

PT Tanjungenim Lestari Pulp and Paper (PT TEL) menggelar pelatihan lebah madu pada kelompok petani madu desa sekitar operasional pabrik PT TEL

PT TEL Gelar Pelatihan Beternak Lebah Madu Kelulut di Desa Semaja Makmur
Istimewa
PT Tanjungenim Lestari Pulp and Paper (PT TEL) menggelar pelatihan lebah madu pada kelompok petani madu desa sekitar operasional pabrik PT TEL 

TRIBUNSUMSEL.COM-PT Tanjungenim Lestari Pulp and Paper (PT TEL) menggelar pelatihan lebah madu pada kelompok petani madu desa sekitar operasional pabrik PT TEL.

Pelatihan budidaya lebah madu Trigona ini menjadi salah satu pilihan tim CSR PT TeL dalam mengembangkan perekonomian rakyat.

Selain memfasilitasi masyarakat sekitar perusahaan untuk belajar menangkar lebah madu, perusahaan juga memberikan bantuan beberapa kotak koloni lebah yang siap di kembangbiakan.

Pelatihan budidaya lebah jenis Kelulut/Kelanceng (bahasa latinya Trigona) didasari pertimbangan karena prospek pasar yang sangat baik untuk pemasaran produksi madu dan juga dalam proses pembudidayaan jenis ini memiliki kemudahan diantaranya tidak memerlukan peralatan khusus, dan juga tidak perlu takut disengat.

PT Tanjungenim Lestari Pulp and Paper (PT TEL)   menggelar pelatihan lebah madu pada kelompok petani madu desa sekitar operasional pabrik PT TEL
PT Tanjungenim Lestari Pulp and Paper (PT TEL) menggelar pelatihan lebah madu pada kelompok petani madu desa sekitar operasional pabrik PT TEL (Istimewa)

Selain itu juga karena mudah dalam pengembangan koloni, produktivitas propolis bisa lebih tinggi, tahan hama penyakit, serta dapat dipanen sepanjang waktu dan madu yang dihasilkan lebah trigona adalah madu super,

Karena kualitas madunya jauh diatas jenis lebah lainnya karena lebah kecil yang tidak memiliki sengat ini tidak hanya menghasilkan madu, tetapi juga propolis yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi.

Tim CSR PT TEL yang diwakili oleh kepala divisi Pemberdayaan Masyarakat (Community Development), Suparno, dalam sambutannya saat pembukaan pelatihan mengatakan, sebagai bagian dari program CSR, perusahaan selalu melirik peluang – peluang yang berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap peserta pelatihan dapat menularkan ilmu yang sudah didapatkannya kepada warga lainnya,” kata Suparno.

Untuk menggelar pelatihan ini, tim CSR PT TEL menggandeng BP3 kecamatan Rambang Dangku, KTH “Puspa Sari” dan KPH Dinas Pertanian Sumatera Selatan sebagai nara sumber.

Beni Rahmat dari KPH Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel selaku penyuluh dan instruktur pelatihan menyatakan, bibit lebah mudah beradaptasi dilingkungan untuk diternakkan dan dari satu kotak bisa dikembangkan dan dipindahkan menjadi beberapa kotak kata.

Bibit trigona bisa berasal dari lingkungan disekitar tempat tinggal. Koloninya bisa bersarang di dahan, batang pohon, celah bebatuan, atau tanah di hutan-hutan atau bahkan ditempat yang tidak diduga-duga, misal celah di tiang listrik atau pojokan rumah tua.

Pelatihan yang digelar selama 2 hari penuh ini (11-12 Februari 2019) yang dipusatkan di desa Semaja Makmur kecamatan Gunung Megang,

PT TEL tidak hanya menggelar pelatihan, namun juga memberikan bantuan perlengkapan usaha budidaya lebah seperti kotak koloni tawon dan peralatan lainya yang dibutuhkan untuk pengembangan budidaya lebah. Pelatihan juga dihadiri oleh ketua KTH “Puspa Sari Muara enim, Bpk. Suryadin. (Rel/Spn/JS)

Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved