El Nino Landa Sumsel, Ayo Bertindak dari Sekarang Mencegah Karhutla dengan Semangat Bedulur

Sebagai Danrem, tentu himbauan ini penting, karhutla bukanlah problem satu pihak atau satu lembaga saja, harus bahu membahu menanggulanginya

El Nino Landa Sumsel, Ayo Bertindak dari Sekarang Mencegah Karhutla dengan Semangat Bedulur
Dokumentasi
Kebakaran hutan dan lahan di Musi Rawas Utara (Muratara) beberapa waktu lalu 

Bertindaklah dari Sekarang Mencegah Karhutla

Oleh : Kol. Arh. Sonny Septiono
Danrem 044 Garuda Dempo

 Kol. Arh. Sonny Septiono
Kol. Arh. Sonny Septiono (ISTIMEWA)

BARU sekitar seminggu di Palembang, saya menggelar pertemuan dengan beberapa stakeholder kunci di Sumsel. Tahap awal dialog dan diskusi ringan bersama unsur yang terkait dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Saya bertemu dengan para pimpinan SKPD terkait, Balai Arkeologi, BNPB, BP DAS, LSM, Perusahaan Perkebunan, Seniman, dan juga akademisi.

Karhutla memang jadi prioritas utama, karena sejak 2014 hingga sekarang, problem ini belum tertuntaskan. Tiap tahun selalu potensial terjadi, efeknya sangat kuat sekali. Tak hanya satu kabupaten, provinsi, atau bahkan negara saja. Ke manca negarapun asap membubung tinggi. Diperlukan formula yang bisa efektif sehingga kejadian tak mesti selalu berulang.

Tahun 2018, berkat kerjasama apik semua pihak, dari daerah bahkan hingga ke pusat bersatu padu mencegah dan memadamkan api. Alhamdulilah, Asian Games bisa sukses. Api memang ada di beberapa titik, tapi kabut asap bisa dihindari. Untuk itu, tanggal 28 Januari lalu, Korem 044/Gapo di ganjar penghargaan dari Panglima TNI sebagai Korem yang sukses dalam penanganan karhutla. Itu buah kerjasama, penghargaan sekaligus tantangan pula buat masa depan.

Fenomena El Nino
Tahun 2019 ini, menurut prediksi akan terjadi fenomena El Nino yang cukup kuat, dan itu akan sampai juga di Sumsel. Artinya potensi ancaman karhutla sangat mungkin terjadi. Kemarau akan berkorelasi dengan kebakaran.
Dalam teknik berperang, sebenarnya kita sudah tahu bahwa perang akan terjadi. Musuhpun sudah tahu, kekuatan kita pun sudah bisa diprediksi. Secara teoritis, harusnya perang itu bisa dimenangkan. Tetapi kenapa “perang” itu tak pernah bisa dimenangkan, kenapa api selalu muncul? Jawaban dari pertanyaan inilah yang kemudian mengemuka dalam diskusi dengan para stakeholder.

Hasil diskusi ringan saat itu memunculkan berbagai hal yang harus jadi catatan dan perlu diingatkan setiap saat. Pertama, dari SKPD terkait (Kehutanan, Pertanian, Kebudayaan dan Pariwisata, Perikanan dan Kelautan, Perkebunan), sudah memiliki program-program tersendiri terkait karhutla, seperti pemberdayaan masyarakat, revitalisasi rawa, sawah, situs sejarah, manajemen tata kelola air, penghijauan, dan bebagai kegiatan lainnya. Semua sudah ada dan selama ini sudah berjalan. Memaksimalkan dan memfokuskan kegiatan, kiranya itulah yang perlu dilakukan.

Kedua, beberapa lembaga pemerintahan lain, seperti BNPB, Balai Arkeologi (Balar), BP DAS, juga sudah bergerak. BNPB bicara soal bagaimana meminimalisir terjadinya bencana, Balar fokus pada penyelamatan situs bersejarah di lokasi rawan karhutla, BP DAS pada penyelamatan dan perlindungan sungai-sungai yang membentang di seluruh wilayah Sumsel. Fokuslah pada komitmen bersama, itu kuncinya.

Ketiga, kelompok LSM atau kerap disebut NGO (Non Government Organization) juga adalah komponen yang giat beraktifitas sampai ke titik terdalam di masyarakat. Cukup banyak kelompok ini, dan dari beberapa unsur yang saya kenal, LSM sudah bergerak sendiri, berbaur dengan masyarakat, mendorong partisipasi, menggerakkan ekonomi masyarakat. Terhadap unsur ini kita harus beri apresiasi, karena mereka punya sumber daya sendiri, dan tindakannya langsung ke masyarakat.

Keempat, unsur perusahaan perkebunan yang berada di wilayah rawan karhutla. Unsur ini punya karakteristik khusus, yaitu punya aset yang besar dan luas, sumber daya kuat, dan punya tanggungjawab sosial terhadap masyarakat sekitar. Terhadap kelompok ini, saya yakin mereka juga sudah berbuat. Kedepannya perlu memaksimalkan dan memfokuskan kegiatan pada kondisi dan situasi disekitar wilayah usahanya.

Halaman
12
Penulis: Lisma
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved