Imlek 2019

Bisnis Menjanjikan di Tahun Babi Tanah, Ini Kata Pengusaha Keturunan Tionghoa asal Palembang

Menurut Pengusaha keturunan Tionghoa di Palembang Hermanto Wijaya, di tahun babi tanah ini bisnis masih wait and see

Bisnis Menjanjikan di Tahun Babi Tanah, Ini Kata Pengusaha Keturunan Tionghoa asal Palembang
Tribun Sumsel/ Linda Trisnawati
Hermanto Wijaya (dua dari kiri) pengusaha keturunan Tionghoa di Palembang saat menyambut kedatangan tamu di rumahnya, Selasa (5/2/2019) 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati.

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Imlek tahun ini merupakan tahun babi tanah.

Menurut Pengusaha keturunan Tionghoa di Palembang Hermanto Wijaya, di tahun babi tanah ini bisnis masih wait and see.

"Bisnis tahun ini masih menunggu kebijakan. Mengingat tahun ini merupakan tahun politik yang belum tahu siapa pemenangnya," ujarnya saat di kediamannya di Citra Grand City (CGC), Selasa (5/2/2019).

Mengingat ini tahun politik maka ia pun menganjurkan kepada masyarakat agar netral.

Kick Off Sumsel Super League (SSL) U-18 dan U-20 Dijadwalkan 16 Februari, Ini Daftar Tim Peserta

Ingat Adellia Adaninggar, Model Cilik Lagu Munajat Cinta Bersama Al Ghazali, Ini Kabarnya Sekarang

"Kalau mau pilih siapa, sesuai hati nurani saja. Yang pasti siapapun yang terpilih nanti harapanya bisa memperbaiki ekonomi."

"Karena ekonomi saat ini sedang tidak menentu. Untuk bisnis saat ini masih wait and see. Bisnis yang masih menjanjikan itu bisnis kuliner, karena kuliner ini kebutuhan sehari-hari. Orang pasti butuh makan," katanya.

Sementara itu untuk bisnis-bisnis yang lainnya masih stagnan.

Terlebih seperti bisnis properti, bisnis ini sedang tidak baik, karena untuk harga komoditi yang belum ada perbaikan. Sehingga berimbas pada penjualan properti.

Vihara Duta Maitreya Bagikan 10.000 Angpao, Ada Juga Makanan Gratis

Dibalik Topeng Barongsai

Sedangkan terkait perayaan Imlek menurut Hermanto, bahwa Imlek tetap kondusif.

Pejabat-pejabat banyak datang kemari mulai dari mantan Pangdam, Dandim dan lain-lain.

"Meskipun kita minoritas tapi dihargai. Keberagaman ini tidak harus berbeda dan tidak harus jadi masalah bahkan harusnya jadi pelengkap," ungkapnya

Ia pun mengingatkan kepada warga Tionghoa, bahwa hidup ini harus tahu diri dan harus bisa menempatkan diri pada posisi yang benar, dalam kondisi ekonomi yang tidak baik ini.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved