5 Cara Agar tak Salah Pilih Waralaba Bagi Pebisnis Pemula

Punya bisnis sendiri tak harus tiap hari ngantor, bisa jadi impian setiap orang. Bukan hal yang mudah untuk sukses membangun usaha sendiri.

5 Cara Agar tak Salah Pilih Waralaba Bagi Pebisnis Pemula
Sumber : lifestyle.id.88db.com
Ilustrasi Waralaba

TRIBUNSUMSEL.COM -- Punya bisnis sendiri tak harus tiap hari ngantor, bisa jadi impian setiap orang. Bukan hal yang mudah untuk sukses membangun usaha sendiri. Perlu trik dan kiat khusus.

Banyak yang mencoba, ada yang berhasil, tapi tidak sedikit pula yang gagal di tengah jalan, hal ini umumnya menimpa pebisnis newbie atau anak-anak muda. 

 Selain tidak sabar membangun bisnis dari nol, umumnya para pebisnis pemula juga kurang pengalaman sekaligus tak berbekal pengetahuan cukup untuk mengelola usaha.

Seolah menyediakan jalur bypass, beragam tawaran waralaba muncul mengiming-imingi masyarakat untuk mewujudkan impiannya dengan mudah. Namun, lagi-lagi, bukan menuai untung tak sedikit para pebisnis newbie malah buntung.

Nah, untuk mengurangi resiko kegagalan berbisnis waralaba, beberapa pakar bisnis berbagi strategi memilih dan mengelola usaha lewat waralaba agar mendatangkan cuan. Berikut lima jurus memilih waralaba, bagi pebisnis pemula dikutip dari kontan.co.id

1. Pilih bidang bisnis sesuai hasrat
Memilih jenis waralaba yang sesuai dengan passion ini menjadi poin penting agar bisnis berhasil. Konon, dengan menjalankan bisnis yang disukai akan mengecilkan kemungkinan gagal.
Ketua Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia Levita Supit mengatakan, ketika menyukai bisnis miliknya maka mitra waralaba akan dengan senang hati turun tangan menjalankan ketimbang mempercayakan seluruhnya kepada karyawan atau pemilik waralaba.
Senada dengan itu, menurut Djoko Kurniawan, Konsultan Usaha dari DK Konsulting, para mitra akan menjadi lebih rajin datang ke gerai jika dia memiliki passion atas bisnisnya sendiri.

2. Pilih waralaba yang memiliki gerai pusat balik modal
Jangan mudah termakan iming-iming manis para marketing atau pemilik waralaba. Cek kembali dan pastikan gerai pusat yang dimiliki pemilik waralaba sendiri sudah balik modal dan masih laris. "Silakan pilih waralaba yang sudah berjalan minimal lima tahun karena waktu tersebut cukup menggambarkan apakah mereka menguntungkan dan diterima pasar," kata Levita.

3. Pilih waralaba yang menawarkan nilai lebih
Cukup banyak pemilik waralaba yang menawarkan jenis usaha yang sama. Alasannya sederhana, jenis usaha tersebut sedang booming dan produknya digandrungi masyarakat luas. Memang bagus memilih jenis usaha yang sedang naik daun, tapi tetap pilih usaha yang menawarkan keunikan dibanding yang lain. Bagaimana pun keunikan akan menjadi poin plus di mata pasar yang pada saatnya akan membuat usaha bertahan di tengah-tengah ketatnya persaingan bahkan ketika masa booming sudah lewat.

4. Datangi gerai dan kantor pusatnya
Jangan hanya mengandalkan ulasan di media, analisis keuangan maupun penjelasan para pemasaran waralaba di pameran waralaba. Luangkan waktu untuk berkunjung ke gerai pusat untuk melihat secara langsung suasana gerai.
"Duduk di sana selama lima sampai enam jam untuk melihat keluar masuknya konsumen. Apakah jumlahnya sesuai dengan target penjualan di dalam analisa keuangan yang diberikan marketing," ujar Djoko.
Setelah itu, datangi kantor pusat untuk menanyakan segala sesuatu tentang usaha waralaba tersebut. Djoko mengingatkan bila petugas di sana tidak sabar menjawab semua pertanyaan dan terus mendesak untuk mengambil tawaran tersebut, Anda perlu waspadai dan berpikir ulang sebelum bergabung.

5. Hindari fasilitas free royalti atau manajemen
Jangan senang dulu mendengar fasilitas bebas biaya royalti dan fee manajemen yang ditawarkan pemilik waralaba. Alih-alih untung, bisa jadi tawaran manis itu malah buntung.
Djoko menilai, tidak ada biaya royalti menunjukkan kemungkinan kecil pemilik waralaba melakukan audit secara berkala pada setiap gerai mitra. Artinya, sulit kita berharap memperoleh pengembangan usaha yang bagus oleh pemilik waralaba. "Pemilik tidak akan bisa menguatkan posisi brand bila tidak ada fee rutin yang dibayarkan oleh mitra," tegasnya.(lisma)

Penulis: Lisma
Editor: Prawira Maulana
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved