Inilah 5 Caleg Eks Napi Korupsi di Sumsel yang Tak Diumumkan KPU RI, Data Terbaru

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah mempublikasikan daftar nama calon anggota legislatif Pemilu 2019 yang berstatus mantan terpidana korupsi.

Inilah 5 Caleg Eks Napi Korupsi di Sumsel yang Tak Diumumkan KPU RI, Data Terbaru
ARIEF BASUKI ROHEKAN/TRIBUNSUMSEL.COM
Komisioner KPU Sumsel Hepriyadi 

Inilah 5 Caleg Eks Napi Korupsi di Sumsel yang Tak Diumumkan KPU RI

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah mempublikasikan daftar nama calon anggota legislatif Pemilu 2019 yang berstatus mantan terpidana korupsi.

Sebanyak 49 caleg mantan napi korupsi ada di tingkat DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.

Dari 49 caleg berstatus mantan terpidana korupsi yang terdaftar pada pemilu 2019, hanya 3 yang diumumkan KPU RI di wilayah Sumsel. Sementara ada lima nama caleg yang berstatus sama tidak ada dalam daftar 49 tersebut.

Pengumuman ini mengacu pada ketentuan dalam Pasal 182 dan Pasal 240 UU Nomor 7 Tahun 2017, yang mensyaratkan calon legislatif dengan status mantan narapidana, untuk mengumumkan statusnya secara terbuka kepada publik.

Menyikapi hal tersebut komisioner KPU Sumsel Hepriyadi membenarkan terdapat caleg eks napi korupsi di Sumsel, yang tidak diumumkan KPU RI.

Selain Jones Khan yang merupakan Caleg DPRD Kota Pagar Alam 3, nomor urut 1 (Demokrat), Zulfikri caleg DPRD Kota Pagar Alam 2, nomor urut 1 (Perindo), dan Calon DPD RI Lucianty Pahri, kemungkinan karena data yang dihimpun KPU RI belum lengkap.

"Sebenarnya, masih ada beberapa caleg kabupaten/ kota di Sumsel yang belum diumumkan (5). Mungkin masalah teknis saja, ada data dari Sumsel yang belum terekap oleh KPU RI," kata Hepriyadi.

Menurutnya, secara teknis KPU Sumsel hanya nyampaikan ke KPU RI, dan yang mengumumkannya ke publik KPU RI. Pihaknya juga sudah memberitahu KPU RI soal caleg eks napi korupsi tersebut, dari saat pendaftaran.

"Kita di provinsi tidak mengumumkan lagi. Tapi kita sudah ajukan kembali, sisa nama caleg yang tidak dipublikasi KPU RI tersebut, mungkin nanti ada pengumuman susulan. Hal ini, agar tidak ada salah persepsi dikemudian hari," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved