Pilpres 2019

Capres 02 Prabowo Ditantang Tim Jokowi soal Penculikan Aktivis saat Debat 17 Januari

Momentum kampanye khususnya debat capres-cawapres pada Kamis (17/1/2019) lusa bisa dijadikan kesempatan mengungkap fakta tersebut

Capres 02 Prabowo Ditantang Tim Jokowi soal Penculikan Aktivis saat Debat 17 Januari
KPU.go.id
Pasangan Calon Presiden dan Wapres nomor urut 01 Jokowi-KH Ma'ruf Amin dan Pasangan Calon Presiden dan Wapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga 

TRIBUNSUMSEL.COM - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate, meminta calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengungkap ke publik fakta yang sebenarnya terkait kasus penculikan dan penghilangan paksa aktivis 1998.

Menurut Johnny, momentum kampanye khususnya debat capres-cawapres pada Kamis (17/1/2019) lusa bisa dijadikan kesempatan mengungkap fakta tersebut.

"Mestinya Pak Prabowo buka ke publik apa yang sebenarnya terjadi supaya orang mengetahui rekam jejaknya, orang memilih dengan informasi yang banyak bukan dengan pertanyaan-pertanyaan yang banyak," ujar Johnny saat dihubungi, Selasa (15/1/2019).

FKUB Penyambung Umat Beragama, Ribuan Jemaat Hadiri Natal Oikumene 2018

Mengaku Tabib, Peng Changfu WNA asal Tiongkok Jual Obat Ilegal ke Warga Mura

Ryan Giggs Komentari Solskjaer yang Raih 6 Kemenangan Beruntun Bersama Manchester United

Apalagi, kata dia, sejumlah anggota Tim Mawar telah diproses secara hukum di Mahkamah Militer, sementara dugaan keterlibatan Prabowo diselesaikan melalui Dewan Kehormatan Perwira (DKP).

Prabowo, kata Johnny, perlu menjelaskan mengapa ada perlakuan yang berbeda seperti itu.

"Sekarang masyarakat bertanya karena masyarakat membutuhkan informasi terkait rekam jejak paslon. Ini juga terkait debat karena nanti terkait visi-misi, salah satunya masalah HAM. Karena itu kita harus mengetahui rekam jejak pasangan calon. Nah, rekam jejak ini belum clear," ujar dia.

Menurut Johnny, butuh kerendahan hati dan kejujuran Prabowo untuk mengatakan yang sebenarnya.

Ia menilai, pemerintah tidak perlu membuat Tim Gabungan seperti untuk pengungkapan kasus penyidik KPK Novel Baswedan.

Pasalnya, penyelesaian kasus HAM sudah ada jalurnya dan akan lebih cepat jika aktor-aktor yang terlibat bisa jujur mengungkapkan fakta sebenarnya.

"Tidak perlu tim khusus, minimal dari Prabowonya, terlibat atau tidak karena faktanya Tim Mawar sudah dihukum melalui Mahkamah Militer," kata dia.

Editor: Siemen Martin
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved