Harga Tiket Naik dan Kena Biaya Bagasi, Konsumen Pilih Penerbangan Premium

Kebijakan maskapai yang mengenakan biaya bagasi bagi para penumpang dikritisi lembaga tour and travel.

Harga Tiket Naik dan Kena Biaya Bagasi, Konsumen Pilih Penerbangan Premium
Traveloka
Harga Tiket Pesawat 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati.

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kebijakan maskapai yang mengenakan biaya bagasi bagi para penumpang dikritisi lembaga tour and travel.

"Untuk di Mega Wisata ini, costumer yang menggunakan maskapai low cost ada 50 persen. Namun dengan diberlakukanya tarif bagasi maka costumer akan mencari maskapai yang sudah full service," ujar General Manager Mega Wisata Tour dan Travel, Salwaty, Senin (14/1/2019).

Lebih lanjut ia mengatakan, pelanggan mulai beralih ke maskapai yang sudah full service atau premiun karena kalau dihitung-hitung yang low cost plus bayar bagasi hampir sama selisihnya bahkan sedikit sekali. Jadi mereka lebih baik mengambil yang sudah full fasilitas.

"Harapanya, semoga pemerintah sebagai regulator segera membenahi sistem harga tiket yang terjadi sekarang. Lalu tetap menjadikan biro-biro perjalanan wisata sebagai pengusaha lokal yang harus terus disupport dan menjadikan hubungan simbiosis mutualisme, sama-sama membangun membuka lapangan kerja dan memberi peluang dalam pariwisata," katanya

Ia pun menambahkan, untuk harga tiket karena ini low cost jadi belum begitu terlihat dampaknya.

Sedangkan terkait perjalan travel and umrah sejauh ini belum ada dampaknya. Karena umrah melalui Mega Wisata pakai penerbangan langsung tidak yang transit. Kalau pakai yang transit ke Jakarta ia ada dampaknya bisa nambah sampai Rp 1 Juta.

Sementara itu Direktur Utama Sako Holidays Tour and Umrah, Emir juga mengatakan, umrah bekerja sama dengan maskapai yang tentunya tidak ada tambahan ini itu.

Di Sako Holidays Tour and Umrah ini tarif umrahnya mulai Rp 23 Jutaan. Pakai maskapai Garuda, penerbangan langsung Palembang Jeddah PP dan harga ini sudah all in fasilitas bintang empat.

"Kita berkomitment, harga awal tidak ada penambahan untuk transaksi akhir. Jika harga pesawat low cost dihitung dengan bagasi sama saja dengan maskapai berbintang namun sudah masuk bagasi, maka kami akan menggunakan maskapai yang include bagasi," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, harapanya agar maskapai sekarang menurunkan harganya mengingat masa liburan sudah usai. Jika sudah masuk ke ranah ketidak puasan pelanggan, harusnya lembaga konsumen dan pemerintah sekelas menteri perhubungan harusnya peka dan aktif melihat fenomena ini.

Sementara itu Saidi mengatakan, bahwa ia sempat membeli tiket di awal Januari Batam-Palembang Rp 350 Ribu, lalu pesan di hari Minggu (13/1) tujuan Palembang-Batam harganya naik Rp 747 Ribu, padahal biasanya harga tiket Palembang-Batam hanya di kisaran Rp 400 Ribuan.

"Kemudian hari ini saya cek harganya sudah turun menjadi Rp 550 Ribuan, tentunya saya merasa kecewa selisinya lumayan jauh. Selain itu karena sudah diterapkan tarif bagasi yang harganya mahal, saya pun tak membawa banyak bawaan. Jadi cukup pakai bagasi kabin yang masih gratis 7 kg," katanya.

Sedangkan R Adipratama mengatakan, bahwa sejak diberlakukanya tarif bagasi ia lebih memilih menggunakan maskapai premium. Hal tersebut lantaran selisi harganya tak jauh berbeda antara low cost plus tarif bagasi dengan maskapai premium. "Tentu demi kenyamanan saya lebih memilih yang premium," katanya.

Tiket Pesawat Mahal Sampai Pilih Rute Luar Negeri, Ini Cara Mudah Bikin Paspor Baru dan E-Paspor

Harga Tiket Pesawat ke Luar Negeri Lebih Murah Daripada Dalam Negeri (Domestik), Ini Jawabannya

Asosiasi Maskapai Penerbangan Sepakat Turunkan Harga Tiket Domestik, Simak Penjelasannya

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved