Video

Video : Bandara Silampari Kota Lubuklinggau Rampung 100 Persen

Pengerjaan pembangunan terminal dan interior Bandara Silampari di Kota Lubuklinggau telah rampung 100 persen dikerjakan.

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Pengerjaan pembangunan terminal dan interior Bandara Silampari di Kota Lubuklinggau telah rampung 100 persen dikerjakan.

Motif batik durian mendominasi seluruh ornamen dinding terminal baru Bandar Udara (Bandara) Silampari Lubuklinggau yang baru.

Kepala Bandara Silampari, Rudi Pitoyo mengatakan motif batik sengaja dipilih karena menyesuaikan dengan ciri dan kehasan Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel).

"Alasan memilih batik duren karena Lubuklinggau memiliki ciri khas batik durian, itulah alasannya kita pilih batik duren," ungkapnya saat dibincangi Tribunsumsel.com, Kamis (10/1/2019).

Rudi menerangkan terminal Bandara Silampari yang baru mempunyai daya tampung kafasitas yang jauh lebih besar dari pada sebelumnya.

Bila dua maskapai masuk secara bersama-sama tidak ada lagi penumpang yang harus tegak-tegak karena tidak kebagian tempat duduk.

"Target kita untuk penumpang sebanyak 400 ribu,per tahun, untuk kafasitas perhari bisa menampung terminal baru ini mampu menampung 400-600 orang penumpang," paparnya.

Ia menuturkan konsep gedung yang dibangun ramah terhadap lansia, ibu-ibu hamil dan penyandang disabilitas (difabel). Contohnya di disini tangga yang disiapakan tidak terlalu tinggi, sehingga bisa untuk semua penumpang.

"Di dalam gedung juga dilengkapi dengan eskalator, lift, ruang khusus menyusui dan toilet khusus untuk di fabel dan untuk pemeriksaan dilengkapi dengan dua unit mesin sinar X-ray,"ungkapnya.

Selain itu, diruang tunggu penumpang juga disiapkan play ground untuk anak-anak bermain sembari menunggu keberangkatan.

Sedangkan tempat parkir sendiri bisa menampung kendaraan roda empat sebanyak 350 kendaraan, kemudian kendaraan roda dua sebanyak 80 kendaraan dan 12 Bus.

"Konsepnya dibuat seperti kawasan pedestrian yang ramah terhadap sepeda. Konsep semacam ini yang membedakan dengan parkiran konpensional lainnya," ucapnya. 

Lalu dibagian parkir juga dilengkapi CCTV dan penerangan. Dimana dibagian lapangan parkir sengaja tidak ditanam pohon yang tinggi-tinggi, namun tetap desediakan taman. 

"Sehingga semua kendaraan yang terparkir lebih mudah dikontrol dan tampak jelas, dan pengunjung pun merasa nyaman meninggalkan kendaraanya," terangnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Abriansyah Liberto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved