Berita Palembang

Kakanwil Kemenkumham Ungkap Ada Percobaan Intervensi saat Penangkapan 20 WNA di Palembang

Kantor Imigrasi Kelas 1 Palembang mengamankan 20 warga negara asing (WNA) yang menyalahgunakan visa saat berada di Sumsel

Kakanwil Kemenkumham Ungkap Ada Percobaan Intervensi saat Penangkapan 20 WNA di Palembang
Sripo
Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Palembang meringkus 20 warga negara asing (WNA) yang menyalahi aturan izin tinggal 

Tetapi itu bukanlah alasan untuk menyalahgunakan visa saat berada di Sumsel.

Sebab kedatangan mereka ke Indonesia sengaja untuk melakukan praktik terapi ilegal.

"Ini bisa dipenjarakan, karena bukti sudah ada. Pelanggarannya sudah jelas."

"Terlebih, Chris Liong ini juga pernah di deportasi Kantor Imigrasi Jakarta Selatan. Kalau di sana hanya di deportasi, di Sumsel tidak akan di deportasi. Tetapi akan kami pidanakan," tegas Sudirman.

Fakta Baru Kematian Siswa SMAN 10, Eni Titip Surat ke Tetangga dan Pengakuan Driver Taksi Online

Anggota Dewan: Defisit BPJS Kesehatan Dipicu Masyarakat Kurang Sadar Kesehatan

Semua WNA berasal dari berbagai negara yakni 16 warga negara Malaysia, 2 warga Negara Hongkong, 1 warga Irlandia Utara, dan 1 warga Belgia.

Semuanya ditangkap saat akan melakukan praktik kesehatan.

Menurut salah satu pelaku yang ditangkap, Mei-Mei alias Serly, pengobatan yang ditawarkan oleh mereka merupakan salah satu metode pengobatan sendi dan tulang dengan nama Chris Leong Method.

Metode tersebut mendapat banyak minat dari masyarakat terutama masyarakat Indonesia.

"Kami melakukan pendaftaran melalui Online. Orang Indonesia begitu banyak yang antusias. Mulai dari Medan, Bali, Palembang. Bahkan orang-orang dari Indonesia sering ke Jakarta untuk berobat," jelasnya.

Mei-mei merupakan salah satu yang mengorganisir para therapis tersebut mulai dari penginapan, pesawat, hingga jadwal harus berpindah dari setiap kota.

"Mereka mengatur perkumpulan di Malaysia dan melihat animo masyarakat yang banyak mereka tertarik ke Indonesia," lanjut Hendro.

Dari sekali praktik untuk pengobatan satu orang harus membayar sekitar Rp 4,5 juta untuk layanan 15 menit.

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved