Berita Kayuagung

Hati-hati, Banyak Jalan Berlobang Tergenang Air di Jalintim Kayuagung

Kerusakan Jalintim Sumatera juga terjadi di perbatasan Kabupaten Ogan Ilir (OI) dengan Kabupaten OKI dan dekat taman segitiga Kayuagung

Hati-hati, Banyak Jalan Berlobang Tergenang Air di Jalintim Kayuagung
Sripo/ Mat Bodok
BERLOBANG - Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kayuagung, berlobang dan digenangi air hujan, Jumat (11/1/2019) 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG-Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) di wilayah Kecamatan Kayuagung dekat Taman Segi Tiga Emas kembali rusak, Jumat (11/1/2019).

Jalintim tersebut berlobang dan digenangi air hujan bisa menyebabkan kecelakaan.

Pantauan wartawan, kerusakan Jalintim Sumatera juga terjadi di perbatasan Kabupaten Ogan Ilir (OI) dengan Kabupaten OKI.

Lobang yang dalam dan lebar di sisi kiri dari arah Kayuagung-Palembang cukup dalam.

Kendaraan yang belum biasa melintas bisa saja terjebak di lobang jalan lintas yang dalam.

Gubernur Sumsel Herman Deru Ajak Masyarakat Palembang Gunakan Moda LRT

Video : Mencoba Kopi Durian Di Festival Buah dan Pertanian

Kedalam lobang bervariasi, ada yang sedalam 30 centimeter dengan lebar 2 meter panjang 2,6 meter.

Kerusakan jalan ini juga, terjadi di depan Taman Segi Tiga Emas, tak jauh dari Gor Biduk Perahu Kajang.

Banyak kendaraan sepeda motor yang mengalami kecelakaan dan juga antara kendaraan mobil dan motor kerap kali nyaris kecelakaan.

"Jalan berlobang yang digenangi air hujan ini, sangat membahayakan pengendara," kata Safriawan, warga sekitar.

Jalan berlobang ini juga menyebabkan kemacetan panjang yang disebabkan kendaraan dari jalur kiri badan jalan arah Lampung - Palembang mengambil jalur kanan, hanya menghindari lobang.

Asyiknya Febrita Istri Gubernur Herman Deru Santap Durian, Lihat Aksinya yang Tak Biasa Terekam

Bupati Banyuasin Imbau Masyarakat Tidak Bayar Apabila Air Bersih PDAM Tirta Betuah Tidak Mengalir

Sanfriawan berharap, pemerintah harus segera memperbaiki jalan yang rusak sebelum tambah banyak kecelakaan.

"Perhatikan saja, mobil besar tak mau mengalah. Hanya menghindari lobang dan membanting setir ke kanan," ujar Sanfriawan yang menunjukan arah mobil yang berlawanan harus memberikan ruang gerak kendaraan berlawanan demi menghindari lobang. (SP/ Mat Bodok)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved