Ratusan Pendemo Minta Truk Pengangkut Kayu Tak Lagi Melintas Prabumulih

Ratusan pendemo datang untuk menuntut agar pemerintah menertibkan angkutan kayu yang melebihi batas kapasitas daya dukung jalan lingkar

Ratusan Pendemo Minta Truk Pengangkut Kayu Tak Lagi Melintas Prabumulih
EDISON/TRIBUNSUMSEL.COM
Ratusan masyarakat yang mengatasnamakan dirinya Aliansi Gerakan Sipil (Agresi) bersama gabungan tiga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), melakukan aksi unjuk rasa di halaman pemerintah kota Prabumulih, Rabu (9/1/2019) sekitar pukul 10.00. 

Ratusan Pendemo Minta Truk Kayu Tak Lagi Melintas Prabumulih

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Ratusan masyarakat yang mengatasnamakan dirinya Aliansi Gerakan Sipil (Agresi) bersama gabungan tiga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), melakukan aksi unjuk rasa di halaman pemerintah kota Prabumulih, Rabu (9/1/2019) sekitar pukul 10.00.

Massa mendatangi Pemkot Prabumulih menggunakan empat truk dengan pengawalan petugas kepolisian membawa atribut berupa karton dan spanduk bertuliskan tuntutan.

Ratusan pendemo datang untuk menuntut agar pemerintah menertibkan angkutan kayu yang melebihi batas kapasitas daya dukung jalan lingkar dan penyusunan muatan sehingga tidak membahayakan pengguna jalan lain.

Pendemo juga meminta pemerintah agar menyampaikan kepada seluruh masyarakat kota Prabumulih apakah ada kontribusi angkutan truk kayu dari PT TEL atau angkutan lain seperti MHP dan lainnya ke pemerintah kota Prabumulih maupun untuk pembangunan jalan.

Selain itu pada pendemo itu juga meminta menertibkan dan mengamankan aksi pungutan liar (pungli) oleh oknum aparat, pejabat kota Prabumulih dan oknum sipil di sepanjang jalan lingkar serta yang membebaskan mobil bermuatan besar lewat jalan kota pada malam hari.

"Kami meminta truk kayu tidak lagi melintas di jalan kota Prabumulih, apalagi jalan lingkar hanya dibangun sebelah, kami meminta truk angkutan truk kayu ditertibkan," tegas Sastra yang merupakan koordinator aksi demo tersebut di hadapan pemkot Prabumulih.

Sastra mengatakan, pihaknya juga meminta pemerintah kota membeberkan apa saja kontribusi yang diperoleh pemerintah kota Prabumulih sebagai kota dilintasi truk kayu baik dari PT TEl, MHP dan lainnya.

"Truk kayu membuat jalan rusak, jalan berdebu dan macet, apa kontribusi mereka ke pemerintah kota Prabumulih, jangan sampai kita hanya menanggung susahnya saja tapi kontribusi tidak ada," katanya.

Halaman
12
Penulis: Edison
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved