Berita Muratara

Dengan Iming-iming Kerupuk, Pria di Muratara Ini Rudakpaksa Bocah Kelas 2 SD

Melati (nama samaran), bocah berumur 10 tahun yang masih duduk dibangku kelas 2 SD di Muratara menjadi korban rudapaksa

Dengan Iming-iming Kerupuk, Pria di Muratara Ini Rudakpaksa Bocah Kelas 2 SD
Tribun Sumsel/ Farlin Addian
Sukar, warga Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara seorang pelaku rudapaksa anak dibawa umur yang diamankan polisi. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com Farlin Addian

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA-Melati (nama samaran), bocah berumur 10 tahun yang masih duduk dibangku kelas 2 SD di Muratara menjadi korban rudapaksa seorang pria berumur 45 tahun.

Pelaku rudapaksa tersebut yakni Sukar, warga Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Sukar dilaporkan ke Polsek Karang Jaya oleh Uniani (30 tahun), ibu tiri korban.

Kapolres Musi Rawas, AKBP Suhendro melalui Kapolsek Karang Jaya, Iptu Samosir membenarkan kejadian tersebut.

Tahun Ini Pemkab OKU Berikan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) Kepada ASN

Update Kecelakaan Travel Palembang-Baturaja di Lubai 3 Orang Tewas 8 Luka-luka, Ini Kronologinya 

Berdasarkan keterangan pelapor bahwa pelaku sudah dua kali melakukan aksi rudapaksanya.

Pertama kali pelaku melakukan aksinya Minggu (30/12/2018) lalu.

Mungkin ketagihan sehingga pelaku mengulangi aksinya pada Rabu (2/1/2019) sekitar pukul 17.00 WIB.

Pada saat itu pelaku melakukan aksi bejat tersebut di belakang rumahnya dekat siring.

Korban diiming-iming diberikan kerupuk (makanan ringan) oleh pelaku supaya menuruti kehendaknya.

Maruf Amin 2 Hari Kampanye di Palembang, Ini Jadwal Lengkap Agendanya Kamis dan Jumat

Bakal Resmi Melatih Persija, Ivan Kolev Mengaku Tertantang Bawa Persija Kembali Menjadi Juara

Setelah menerima informasi dari pelapor, Kapolsek langsung menurunkan anggotannmya untuk menangkap Sukar.

Sukar berhasil diamankan tanpa melakukan perlawanan kepada petugas.

"Kemudian pelaku langsung dibawa ke Polsek Karang Jaya guna dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut atas perbuatannya,sebagaimana dimaksud dalam pasal 81 ayat 1 dan pasal 82 ayat 1 UU No 35 tahun 2014 tentang persetubuhan anak dibawah umur," ungkapnya.

Penulis: Farlin Addian
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved