Wawancara Eksklusif Pembunuh Bayaran Pagaralam, Kami Buang Anaknya Dulu Lalu Ibunya

Tribunsumsel.com memewawancarai secara eksklusif otak pembunuhan Tika Herli (31) dan dua pembunuh bayrannya Riko Apriadi (20) dan Jefri Ilto Saputra

Wawancara Eksklusif Pembunuh Bayaran Pagaralam, Kami Buang Anaknya Dulu Lalu Ibunya
AGUNG DWIPAYANA
Pembunuh bayaran Pagaralam. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGARALAM - Tribunsumsel.com memewawancarai secara eksklusif otak pembunuhan Tika Herli (31) dan dua pembunuh bayrannya Riko Apriadi (20) dan Jefri Ilto Saputra (17).

Ketiganya membunuha Ponia dan anak perempuannya Silvia. Peristiwa ini betul-betul mengejutkan.

Senin (7/1), wartawan Tribunsumsel.com, Agung Dwipayana mewawancarai tiga orang ini. Melihat kondisi mereka setelah ditangkap sebelum berangkat ke Taiwan untuk jadi Tki dan melarikan diri.
Simak wawancaranya.

Mengenakan baju kaos berwarna merah dan celana levis, Tika Herli (31) duduk di tengah antara Riko Apriadi (20) dan Jefri Ilto Saputra (17) di ruangan Kasat Reskrim Polres Pagaralam.
Sebelum wawancara, Tika sempat menebar senyum di balik masker yang menutupi mulutnya.

Tika
Tika (AGUNG DWIPAYANA)

Apa hubungan Anda dengan korban?

Tika : "Dia (Ponia) teman dekat. Cukup lama kami berteman."

Mengapa Anda tega membunuh korban?

Tika : "Ponia utang Rp 86 juta dan baru dilunasi tidak sampai separuhnya. Dia (Ponia) sudah bayar ke saya Rp 35 juta. Karena belum bayar sisanya, saya sita kartu ATM dan kebetulan saya tahu kode PIN-nya."

Membunuh hanya karena korban belum melunasi utang?

Tika : "Saya sakit hati Pak karena dia (Ponia) bilang ke teman-temannya saya yang ada utang sama dia. Padahal ada kwitansi (utang) di atas materai 6 ribu," klaim Tika."

Halaman
123
Penulis: Agung Dwipayana
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved