Pembunuh Bayaran Pagaralam

Kekejaman Pembunuh Bayaran Pagaralam, Ponia dan Anaknya Dilempar dari Jembatan Endikat  

Ketiganya dijerat pembunuhan berencana 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup. Polisi membeberkan kekejaman para tersang

Kekejaman Pembunuh Bayaran Pagaralam, Ponia dan Anaknya Dilempar dari Jembatan Endikat   
INSTAGRAM
Foto-foto tiga tersangka turun dari pesawat setelah ditangkap. 

TRIBUNSUMSEL, PAGARALAM - Kapolres Pagaralam Sumatera Selatan, AKBP Tri Saksono Puspo Aji Sik MH menegaskan, pembunuhan yang dilakukan tiga tersangka Tika Herli (31) Riko Apriadi (20) Ilto Saputra (17) telah di rencanakan.

Ketiganya dijerat pembunuhan berencana pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Seperti diberitakan sebelumnya, ketiga tersangka Tika Herli (31) warga jalan Mangga Perumnas Nendagung kota Pagaralam, Riko Apriadi (20) warga Desa Lesung Batu Empat Lawang dan M Jefri Ilto Saputra (17) warga Perum Talang Jering Bukit Santosa Kota Palembang membunuh Ponia (39) dan Selvia (13) warga kampung Gunung Gendang Pagaralam.

Heboh Video Kasir Cantik Indomaret Tarik-tarikan dengan Pencuri, Ini Faktanya

Dijelaskan Kapolres, berdasarkan bukti-bukti serta fakta yang di kumpulkan dan pengakuan para tersangka, diketahui bahwa pembunuhan ibu dan anak tersebut suda rencanakan sebelumnya.

Hal ini berdasarkan pengakuan rekan Riko dan Jefri yang sebelum membunuh keduanya menerima bayaran sebesar Rp5 juta.

Heboh Foto Sosok Kuntilanak di Jembatan Musi IV, Ini Analisa Fotografer Palembang

"Para tersangka ini sudah merencanakan aksinya untuk menghilangkan nyawa korbannya. Hal sesuai keterangan tersangka Riko dan Jefri yang menerima upah sebesar Rp 5 juta rupiah sebagai imbalan dari Tika kepada rekannya atas bantuannya menghabisi nyawa korban," jelas AKBP Tri.

Selain itu para tersangka dengan keji menghabisi nyawa para korbannya dengan cara di cekik maupun dipukul menggunakan kayu di bagian kepala. Hal itu membuat korbannya meninggal dunia.

Namun untuk menghilangkan jejak ketiga tersangka membuang mayat Ponia dan Selvia dari atas Jembatan Endikat dengan ketinggian puluhan meter.

"Korban yang sudah meninggal kemudian mereka bawa ke arah jembatan Endikat dan keduanya dilempar dari atas jembatan tersebut dan baru di ketemukan oleh warga Lahat beberapa hari kemudian," katanya.

Atas fakta serta bukti-bukti maupun pengakuan dari para tersangka, penyidik Polres Pagaralam menjerat para pelaku dengan pasal 340 KUHP yakni pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati dan atau penjara seumur hidup.

Halaman
123
Editor: Prawira Maulana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved