Melihat dari Dekat Pelayanan BPJS Kesehatan, AJI Palembang Putar Film Dokumenter Enam Penjuru

Enam jurnalis dari enam provinsi di Indonesia diundang untuk memotret dan mendokumentasikan tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN)

Penulis: Sri Hidayatun | Editor: Prawira Maulana
SRI HIDAYATUN/TRIBUNSUMSEL.COM
Diskusi dan pemutaran film dokumenter "enam penjuru" tentang sistem jaminan sosial nasional di Hotel The 101 Palembang. 

TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG - Reformasi sistem jaminan sosial di Indonesia membawa babak baru dalam penyelenggaraan jaminan sosial di Indonesia.

Melalui program ini setiap penduduk dapat memenuhi kebutuhan hidup dasar yang layak.

Enam jurnalis dari enam provinsi di Indonesia diundang untuk memotret dan mendokumentasikan tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dari kacamata jurnalistik.

Dengan film berjudul Enam Penjuru ini mereka mengemukakan isu-isu yang dihadapi oleh berbagai pemangku kepentingan dan pihak yang diuntungkan.

Tantangan dan kenyataan di lapangan digambarkan dalam film dokumenter.

AJI Indonesia bekerja sama dengan FES menyelenggarakan diskusi dan pemutaran film dokumenter ini.

Diharapkan, bisa menjadi media untuk sosialisasi dan menuju Universal Coverage 2019.

Yudhi Eko, Produser Film Enam Penjuru mengatakan film ini rangkaian enam penjuru dari seluruh Indonesia.

"Bagaimana teman- teman jurnalis mengambil engel dan benang merahnya hanya satu bagaimana pelayanan BPJS di enam daerah ini," ujarnya, Rabu (19/12/2018) dalam diskusi dan pemutaran film dokumenter "enam penjuru" tentang sistem jaminan sosial nasional di Hotel The 101 Palembang.

Obot, sapaan akrabnya ini mengatakan film ini merekam apa yang didapat dari kamera.

"Tentang baik buruk itu penilaian masing-masing," ujarnya.

Chandra Budiman, perwakilan BPJS Kesehatan Palembang sangat mengapresiasi film dokumenter tentang BPJS ini.

"Empat tahun ini berjalan ya isu dan keluhan pasti ada. Setiap hari handphone saya juga selalu menerima informaso banyak keluhan," kata dia.

Ia mengklaim selama empat tahun berjalan keluhan pasti ada namun saat ini sudah semakin berkurang.

"Wajar kalau harus ada yang kita perbaiki dan benahi," beber dia.

Film ini dibuat enam jurnalis dari enam daerah yakni Jakarta, Kediri, Manado, Banyumas, Aceh dan Bali.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved