Advertorial

PT Hexapharm Jaya (HJ) Ungkap Kualitas Generik Sama dengan Obat-obat Branded

Perusahaan Farmasi, PT Hexapharm Jaya (HJ) menargetkan pada 2019 mendatang penjualan obat generik di Sumsel bisa mencapai pertumbuhan sekitar dua

PT Hexapharm Jaya (HJ) Ungkap Kualitas Generik Sama dengan Obat-obat Branded
SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Perusahaan Farmasi, PT Hexapharm Jaya (HJ) menargetkan pada 2019 mendatang penjualan obat generik di Sumsel bisa mencapai pertumbuhan positif atau sekitar dua digit. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Perusahaan Farmasi, PT Hexapharm Jaya (HJ) menargetkan pada 2019 mendatang penjualan obat generik di Sumsel bisa mencapai pertumbuhan sekitar dua digit.

President Director PT Hexapharm Jaya, Mulia Lie mengatakan, saat ini di pasar Bumi Sriwijaya obat generik tumbuh cukup baik.

Memberikan kontribusi penjualan sekitar 5 sampai 7 persen terhadap penjualan nasional.

"Tahun depan meskipun nantinya akan menjadi tahun politik saya optimistis pertumbuhan penjualan bisa double digit baik secara nasional maupun di wilayah Sumsel," ujarnya pada kegiatan Sales Conference PT Hexapharm Jaya di Hotel The Zuri Palembang, Jumat malam (14/12/2018) lalu.

Dia menyebutkan, pasar terbesar pemasaran obat generik anak perusahaan Kalbe Farma tersebut tetap berasal dari wilayah Jawa.

Secara nasional pada tahun 2018 ini, HJ pun telah menguasai sebesar 12-14 persen market penjualan obat generik.

"Pendapatan kami juga sudah di atas Rp 1,5 Triliun tahun ini dengan total kapasitas produksi obat generik 2 miliar tablet," jelasnya.

Mulia melanjutkan, saat ini kini yang menjadi fokus HJ adalah lebih meyakinkan masyarakat agar tidak ragu untuk menggunakan obat generik.

Breaking News: Broadcast Whatsapp GTT/PTT Dipastikan Hoax, Ini Penjelasan Resminya

 

Pemberian apreasi kepada karyawan yang telah purna bakti olek President Director PT Hexapharm Jaya, Mulia Lee, pada kegiatan Sales Conference PT Hexapharm Jaya di Hotel The Zuri Palembang, Jumat malam (14/12/2018).
Pemberian apreasi kepada karyawan yang telah purna bakti olek President Director PT Hexapharm Jaya, Mulia Lee, pada kegiatan Sales Conference PT Hexapharm Jaya di Hotel The Zuri Palembang, Jumat malam (14/12/2018). (SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI)

Tidak bisa dipungkiri karena harganya yang lebih murah dibanding obat branded, obat generik seringkali dinomorduakan.

Padahal soal kualitas antara obat branded dan obat generik tetap sama.

Obat generik pun diproduksi dengan peralatan modern serta telah menerapkan pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) sesuai dengan ketentuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Kami menjual obat generik adalah juga dalam rangka memenuhi ketersediaan obat untuk program JKN KIS dari pemerintah," tambahnya.

Beredar Kabar Tes Guru GTT dan PTT SMA di Sumsel, Jika Lulus Digaji Rp 1,8 Juta

Selain mengenalkan obat generik, pihaknya juga berkomitmen untuk terus memberikan pemahaman mengenai pemilihan obat generik yang banyak dijual bebas di pasaran.

Upaya pengenalan tersebut dilakukan lewat beragam kegiatan seperti seminar, simposium, dan juga platform sosial media milik perseroan.

"Obat generik produksi kami adalah berwarna biru. Kami sendiri memiliki tagline Jeli yang memiliki arti yakni jelas pabriknya, efektif pengguannya, lihat kemasannya yang berwarna biru dan ingat bisa didapatkan di semua apotek resmi." katanya.

Editor: M. Syah Beni
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved