Pilpres 2019

Dituding Garis Keras dan Tidak Mau Jadi Imam Salat, Berikut Penjelasan Prabowo

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengatakan bahwa saat ini banyak yang mencoba mencari kesalahan-kesalahan dirinya

Dituding Garis Keras dan Tidak Mau Jadi Imam Salat, Berikut Penjelasan Prabowo
Tribunnews/JEPRIMA
Calon Presiden Prabowo Subianto 

TRIBUNSUMSEL.COM -  Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengatakan bahwa saat ini banyak yang mencoba mencari kesalahan-kesalahan dirinya.

Termasuk melemparkan tudingan tanpa dasar dan memelintir pernyataannya.

Salah satu contoh yakni pidato mengenai tampang Boyolali beberapa waku lalu.

Angel Lelga Jadi Tersangka Kasus Perzinahan? Postingan Barbie Kumalasari Bikin Heboh, Menyindir?

Sejak Cerai dari Rifky Balweel, Tetangga Bongkar Kehidupan Risty Tagor yang Disebut Berubah Drastis

"Saya datang ke Boyolali dengan maksud baik, bukan untuk mengejek tampang Boyolali, bukan.

Justru saya membela rakyat Boyolali. Sampean Boyolali? Ya. Jadi ada upaya selalu mencari-cari kesalahan," ujar Prabowo dalam Konferensi Nasional Partai Gerindra di Kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, (17/12/2018).

Selain itu pada masa pencalonan Presiden ini, Prabowo mengatakan sering mendapat tudingan tidak jelas.

Ia dituduh sebagai bagian dari Islam garis keras, namun kemudian disebut kurang Islam.

Ada juga yang mengatakan bahwa Prabowo tidak bisa menjadi Imam dalam ibadah solat.

"Saya enggak bisa jadi Imam Solat katanya. Ya saya merasa tahu diri. Betul? Yang jadi imam ya harus orang yang lebih tinggi ilmunya.

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto (Instgram Gerindra Sumut)
Halaman
12
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved