Wagub Blak-blakan Tentang BUMD Sumsel, Tanpa Suntikan Modal dan 'Amputasi' yang Tidak Sehat

Pemerintah Provinsi Sumsel tidak akan memberikan suntikan dana berupa Penyertaan Modal Daerah (PMD) pada BUMD pada tahun 2019

Wagub Blak-blakan Tentang BUMD Sumsel, Tanpa Suntikan Modal dan 'Amputasi' yang Tidak Sehat
Tribun Sumsel/ Linda Trisnawati
Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya saat diwawancarai di Ruang Kerjanya, Rabu (12/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ada di Sumatera Selatan diharapkan bisa mandiri.

Lantaran di tahun 2019 Pemerintah Provinsi Sumsel tidak akan memberikan suntikan dana berupa Penyertaan Modal Daerah (PMD) pada BUMD.

Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya saat diwawancarai di Ruang Kerjanya, Rabu (12/12/2018) mengatakan, tahun ini tidak akan ada dana PMD untuk BUMD.

Menurutnya, PMD sifatnya tidak wajib.

Bahkan, BUMD tersebut harus mampu menyumbang pendapat asli daerah (PAD) bagi Pemda.

Ini Rencana Untuk Komplek JSC Palembang, Arung Jeram sampai Air Minum Kemasan

Profil 3 Kandidat Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Satu Sosok Pernah Jadi Rival M Adil

"Adanya keberadaan BUMD harusnya bisa memberikan kontribusi PAD, bukan menjadi beban Pemda dengan terus diberikan PDM. BUMD jangan manja dan harus mandiri," ujarnya, Rabu (12/12/2018).

Dari 14 BUMD, masih ada beberapa perusahaan yang memberikan kinerja baik.

Kendati ada pula perusahaan kinerja perusahaan yang merugi.
Karenanya, perusahaan yang merugi akan di amputasi.

Menurutnya hal ini akan terus dilakukan evaluasi, mana yang kinerja nya tidak baik dan tidak sehat akan langsung di ganti jajaran direksinya.

Dirut Swarna Dwipa Curhat ke Walikota Palembang Harnojoyo

Breaking News: Puluhan Kader PAN Sumsel Membelot, Putuskan Dukung Jokowi

Sejauh ini, pihaknya telah mengganti beberapa direksi dari BUMD seperti Prodexim, Bank Sumsel Babel, BPR Sumsel dan, Swarna Dwipa.
Sedangkan perusahaan ysng punya dikerja baik Jamkrida, PDPDE yang nantinya akan berganti menjadi perseroan terbatas.

"Seharusnya BUMD tersebut memaksimalkan unit usaha atau core usaha yang ada agar maksimal. Selain memang keberhasilan suatu usaha tersebut sangat tergantung pada direksi."

"Makanya, jika BUMD tersebut tidak sehat langsung diganti, nanti akan kita lihat perkembangan," katanya.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved