Puluhan Tahun Menikah Tanpa Buku, Kini Mayang Sari Lega

Raut kebahagiaan terlihat dari 86 pasangan peserta nikah massal yang dilaksanakan Pemkota Palembang, di Kambang Iwak Palembang, Sabtu (8/12/2018).

Puluhan Tahun Menikah Tanpa Buku, Kini Mayang Sari Lega
ARIEF BASUKI ROHEKAN/TRIBUNSUMSEL.COM
Sarima Mayangsari (38) dan B Ahmad (48) warga Sukamaju Palembang, serta dua buah hatinya 

Puluhan Tahun Menikah Tanpa Buku, Kini Mayang Sari Lega

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Raut kebahagiaan terlihat dari 86 pasangan peserta nikah massal yang dilaksanakan Pemkota Palembang, di Kambang Iwak Palembang, Sabtu (8/12/2018).

Pasalnya, setelah menikah puluhan tahun, mereka belum memiliki kartu nikah yang resmi, karena selama ini melakukan nikah secara siri.

Seperti yang diungkapkan pasangan Sarima Mayangsari (38) dan B Ahmad (48) warga Sukamaju Palembang, yang telah menikah siri selama 27 tahun silam, akhirnya mendapatkan pengakuan secara hukum.

"Was- was juga dulu, kalau mau buat akte kelahiran anak harus ada buku nikah. Tapi sekarang tidak was- was lagi," kata Ahmad didampingi dua buah hatinya Cindi dan Cintia.

Program nikah gratis ini, diakuinya sangat membantu, khususnya mereka yamg belum memiliki buku nikah.

"Jelas kita sangat senang, dan terbantu karena tidak mengeluarkan dana lagi. Kita ikut ini karena diinformasikan pak RT, jadi kita ikut," ujarnya dengan mengenakan pakaian adat pernikahan yang resmi.

Dijelaskan Mayangsari, ia menikah pada tahun 1991 saat masih usia 11 tahun, dan telah dikarunia 11 anak (6 masih hidup) dan 11 cucu saat ini.

"Dulu nikah muda, karena dijodohkan orang tua," singkatnya malu- malu.

Hal senada diungkapkan Ujang Usman (49) warga 14 Ulu Palembang, yang telah menikah pada tahun 1976 silam, dan baru mendapatkan buku nikah resmi dari negara.

"Selama ini dak ada masalah, tapi untuk keperluaan kedepan umroh, dan anak- anak sekolah, karena harus pakai bukuh nikah," tandas suami dari Mariani ini.

Sementara Walikota Palembang Harnojoyo didampingi Kabag Kesra Pemkot Palembang Reza Fahlevi menyatakan, kegiatan nikah massal ini adalah kegiatan rutin yang dilakukan Pemkot Palembang, untuk membantu warga Palembang yang belum memiliki buku nikah.

"Harapannya yang pertama mengajak masyarakat yang belum memiliki surat nikah, bisa memiliki legal formal hukum tata negara, karena selama ini baru resmi dari agama," ujarnya.

Ditambahkan Reza, total ada 300an peserta yang mendaftar, namun setelah dilakukan penyaringan dan sidang isbat serta pengadilan hanya 86 pasangan yang dinyatakan memenuhi syarat.

"Rata- rata yang menikah tidak ada surat nikah, karena selama ini nikah dibawah tangan. Paling muda yang ikut berusia 22 tahun, dan paling tua sekitar 55-60 tahun," pungkasnya.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved