Berita Pendidikan

Gunakan Metode Pembelajaran 5 M Hingga PAIKEMI GEMBROT, Demi Kualitas Peserta Didik

Sekolah adalah tempat seseorang memperoleh pendidikan, dari tidak tahu menjadi tahu, tidak kenal menjadi mengenal dan tidak memiliki tata krama atau

Gunakan Metode Pembelajaran 5 M Hingga PAIKEMI GEMBROT, Demi Kualitas Peserta Didik
TRIBUNSUMSEL.COM/ IST
Nur Apriyanti, melakukan foto bersama setelah melakukan observasi mengenai metode pembelajaran di SD IT Izzudin Palembang 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Sekolah adalah tempat seseorang memperoleh pendidikan, dari tidak tahu menjadi tahu, tidak kenal menjadi mengenal dan tidak memiliki tata krama atau akhlak menjadi insan yang berakhlak.

Di era milenial ini, kebanyakan semangat dan minat belajar peserta didik sangat berkurang karena beberapa faktor yang menjadi penyebabnya.

Namun, hal ini tidak berlaku bagi siswa di Sekolah Dasar Islam Terpadu Izzudin Palembang.

Hal ini dibuktikan oleh Nur Apriyanti, salah satu Mahasiswa UIN Raden Fatah Jurusan PGMI yang pada (1/11) melakukan observasi ke sekolah tersebut.

Klarifikasi Hilda Vitria Soal Pernah Tidur Seranjang Bareng Kriss Hatta , Hotman Paris Menyerah !

Di sekolah ini, guru memberikan metode-metode pembelajaran yang membuat semangat dan motivasi anak untuk belajar terus berkembang.

Seperti, guru menerapkan sistem pembelajaran PAIKEMI GEMBROT (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, Menarik, Islami, Gembira dan Berbobot), sehingga peserta didik termotivasi dan minat belajar siswa.

Anak-anak di sekolah ini mempunyai minat yang tinggi terhadap pelajaran matematika yang biasanya menjadi momok menakutkan bagi siswa di sekolah lain.

Hal ini dikarenakan kreativitas guru yang mengajar menggunakan pendekatan PMRI, saintific dan discovery yang menyesuaikan pendekatan-pendekatan tersebut dengan metode-metode dan materi pembelajaran yang akan di bahas.

Reaksi Shafa Harris Saat Ditanya Mengenai Kabar Jennifer Dunn Usai Ibunya Resmi Bercerai

Guru juga melakukan pembelajaran dengan langkah 5M, yaitu mengamati, menanya, menalar, mengkomunikasikan dan mencoba yang disesuaikan dengan kurikulum 2013, guru sebagai fasilitator dan siswa sebagai mediator.

Sekolah ini juga menerapkan waktu tidur siang bersama sekitar 30-35 menit dengan tujuan agar peserta didik tidak mengantuk ketika belajar di siang hari.

Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwasanya kreativitas guru berperan penting terhadap pembentukan kualitas dan motivasi peserta didik.

Berlangsung Seru, WBC Setuju Jika Pertarungan Antara Deontay Wilder Vs Tyson Fury Digelar Ulang

Sebagai calon pendidik, hendaklah menjadi orang yang mampu membentuk dan mewujudkan kreativitas, sehingga mampu membentuk generasi bangsa yang inovatif dan berintegritas.

Penulis: Nur Apriyanti

(Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang)

Penulis: M Syah Beni
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved