Berita Gubernur Sumsel

Tingkatkan Kesadaran Wajib Pajak, Gubernur Herman Deru Ingatkan Perlu Peran Tokoh Agama

Gubernur Sumsel Herman Deru menghadiri deklarasi program optimalisasi penerimaan daerah melalui penertiban reklame di Palembang bersama pimpinan KPK

Tingkatkan Kesadaran Wajib Pajak, Gubernur Herman Deru Ingatkan Perlu Peran Tokoh Agama
Humas Pemprov Sumsel
Gubernur Sumsel Herman Deru menghadiri deklarasi program optimalisasi penerimaan daerah melalui penertiban reklame di Kota Palembang bersama pimpinan KPK, di halaman Gedung DPRD Provinsi Sumsel Kamis (6/12/2018). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Gubernur Sumsel Herman Deru menghadiri deklarasi program optimalisasi penerimaan daerah melalui penertiban reklame di Kota Palembang bersama pimpinan KPK, di halaman Gedung DPRD Provinsi Sumsel Kamis (6/12/2018).

Penertiban ini diharapkan mampu meningkatkan optimalisasi penerimaan daerah.

Hadir dalam deklarasi tersebut yakni Wakil Ketua KPK RI Saud Situmorang, Koordinator KPK Wilayah II Sumatera Adlinsyah M Nasution, Walikota Palembang Harnojoyo, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Drs. Denni Gapril SH, Staf Ahli Bidang OMSP II Sriwijaya Kolonel CZI Fachrudin.

Dalam sambutannya Deru mengatakan sangat mengapresiasi langkah Pemkot Palembang mengadakan kerjasama dengan KPK RI, menertibkan reklame.

Menurutnya jika bicara potensi pendapatan daerah sebenarnya masih sangat luas dan beraneka ragam.

Pameran Cagar Budaya di Gedung SKB Baturaja, Tingkatkan Pengetahuan dan Minat Tentang Kebudayaan

BREAKING NEWS, 3 Pria di Prabumulih Ditemukan Tewas dengan Luka Ditembak di Kepala  

"Potensinya masih luas sekali dan saya apresiasi sekali ini karena jadi pengingat wajib pajak."

"Semoga dengan deklarasi ini timbul kesadaran wajib pajak membayar pajaknya. Mind set dulu yang harus diubah." jelas Deru.

Untuk menggugah kesadaran wajib pajak ini kata Deru, semua elemen masyarakat termasuk tokoh agama harus dilibatkan agar WP Badan atau perorangan berkontribusi membantu pembangunan. Khususnya untuk pajak restoran,

Pendekatan yang dilakukan bisa secara represif dan representatif.

"Kalau di restoran inikan soal makan. Pajak makan nah inikan mengalir menjadi darah. Ada peran tokoh agama di sini untuk mengingatkan umatnya membayar kewajiban itu," jelas Deru.

Halaman
123
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved