Sejak Terbentuk Tim Saber Pungli Tangani 142 Kasus

Sejak dibentuk tahun 2016 lalu Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Sumatra Selatan (Sumsel) telah menangani 142 kasus

Sejak Terbentuk Tim Saber Pungli Tangani 142 Kasus
EKO HEPRONIS/TRIBUNSUMSEL.COM
Suasana saat pelaksanaan FGD di gedung kesenian Kota Lubuklinggau, Kamis (06/12/2018). 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKINGGAU -- Sejak dibentuk tahun 2016 lalu Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Pungli'>Saber Pungli) Sumatra Selatan (Sumsel) telah menangani 142 kasus dengan menindak 256 pelaku.

Dari 142 kasus itu didominasi pemerasan yang dilakukan preman sebanyak 115 kasus dengan 215 pelaku yang ditindak. Kemudian yang kedua ditempati Dinas Perhubungan (Dishub) sebanyak 6 kasus dengan 9 pelaku ditindak.

Ketiga ditempati Polri dengan 5 kasus dengan jumlah pelaku yang ditindak sebanyak 9 pelaku, lalu keempat Kepala Desa (Kades) dengan jumlah 5 kasus dengan pelaku ditindak sebanyak 5 pelaku.

Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda) Sumsel Kombes Pol Dodi Marsidi mengatakan dari jumlah kasus yang ditangani itu ada yang sedang ditangani, ada yang sedang berproses, dan ada yang sudah putusan.

"Ada juga yang masih di bina, jumlah kasus yang kita tangani ini berasal dari kabupaten dan Kota di Sumsel," ujarnya pada awak media usai acara Forum Group Discussion (FGD) di Gedung Kesenian Kota Lubuklinggau, Kamis (6/12/2018).

Disebutkannya berdasarkan data yang ada kejahatan Pungli ini sejak dibentuk mengalami penurunan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat di Sumsel.

"2018 ada penurunan, tapi begini kasus Pungli ini seperti bola es, belum tentu banyak tindakan karena banyak kejadian. Tergantung kepada aktivitas Tim Pungli'>Saber Pungli itu sendiri,," ungkapnya.

Menurutnya apa yang disampaikannya itu tergantung Tim Pungli'>Saber Pungli itu bekerja, namun secara umum apa yang dilakukannya saat ini belumlah maksimal dan masih butuh dukungan masyarakat.

"Penyebabnya pertama belum terlalu solid, kemudian keterbatasan anggaran dari instansi masing-masing. Sehingga banyak hasil penindakan itu kita limpahkan untuk dilakukan penindakan," terangnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved