RS Ernaldi Bahar Jamin Tak Bocorkan Identitas Pasien Pencandu Napza, Rehabilitasi Gratis

Rumah Sakit Provinsi Sumatera Selatan Ernaldi Bahar menjadi salah satu Rumah sakit yang ditunjuk oleh pemerintah sebagai penyedia IPWL

RS Ernaldi Bahar Jamin Tak Bocorkan Identitas Pasien Pencandu Napza, Rehabilitasi Gratis
TIARA/TRIBUNSUMSEL.COM
Pasien Napza ( Narkotika, Psikotropika dan Zat Aditif lainnya) Rs Provinsi Ernaldi Bahar, Kamis (06/12/18) 

TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG - Rumah Sakit Provinsi Sumatera Selatan Ernaldi Bahar menjadi salah satu Rumah sakit yang ditunjuk oleh pemerintah sebagai penyedia Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL).

IPWL dibentuk oleh Kementrian Kesehatan dan Kementrian sosial sebagai upaya rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial para pecandu Napza ( Narkotika, Psikotropika dan Zat Aditif lainnya).

Selain itu IPWL merupakan rehabilitasi pelayanan pengobatan gratis bagi mereka yang dengan kesadarannya sendiri mau datang untuk melaporkan diri sebagai pengguna narkoba yang ingin menghentikan ketergantungannya.

Meski Begitu kesadaran masyarakat untuk mendapatkan perawatan dan mendatangi rumah sakit masih sangat sedikit.

Hal ini dibenarkan oleh Farida yang merupakan perawat medis utama pasien Napza kelas berat.

"Kita banyak menerimanya yang sudah terjerat hukum, razia atau penyerahan dari BNN, untuk pasien yang datang dengan kemauan sendiri itu masih sangat jarang," katanya di ruangannya Rs Ernaldi Bahar, Kamis, (06/12/18).

Farida kembali menjelaskan bila itu bisa disebabkan paradigma masyarakat yabg salah tentang rumah sakit Ernaldi Bahar.

"Kalau kesini pasti orang sakit jiwa, orang gila dan sebagainya itu tidak benar, kita ada banyak pekayanan salah salunya IPWL ini, karena hal itu juga fasilitas yang disediakan pemerintah banyak terbengkalai," jelasnya.

"Selain itu pengobatan ini gratis, tidak bayar, tanpa perlu rujukan atau BPJS, syarat hanya Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP)," tambahnya.

Selain itu yang menjadi ketakutan masyarakat untuk datang atas kesadaran diri dan mau melepas kecanduannnya terhadap Napza ini karena takut di Tahan petugas kepolisian.

Halaman
12
Penulis: Tiara Anggraini
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved