Pakai Mobil Carry Gondol Besi 1,6 Ton, Polisi Curiga

Dalam kegiatan kepolisian kang ditingkatkan (KKYD) jajaran Polsek Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mengadakan razia

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com Farlin Addian

TRIBUNSUMSEL.COM MURATARA - Dalam kegiatan kepolisian kang ditingkatkan (KKYD) jajaran Polsek Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mengadakan razia pemeriksaan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kapolres Musi Rawas, AKBP Suhendro, melalui Kapolsek Karang Dapo, IPTU Yani Iskandar mengatakan pihaknya mengadakan razia didepan kantor Polsek Karang Dapo sekitar pukul 22.30 WIB hingga pukul 23.30 WIB.

"Sebenarnya kita melakukan razia untuk mengantisipasi aksi tindakan kriminalitas, premanisme dan narkoba," kata IPTU Yani Iskandar.

Sehingga memberhentikan kendaraan-kendaraan untuk dilakukan pemeriksaan kelengkaan suratnya yang dianggap mencurigakan.

"Kita melakukan penggeledahan pengendara dan kendaraan dari indikasi membawa Senpi, Sajam dan narkoba atau kendaraan hasil curian," ujarnya.

Dalam razia tersebut telah memberhentikan Mobil Carry warna hitam dengan nopol BH 9406 KE yang mencurigakan sehingga mengamankan dua orang yang diduga pelaku pencurian besi milik PT Lonsum Riam Estate.

Kedua terduga pencurian tersebut yakni Aan Rudianto (36) warga Kelurahan Karang Dapo, Kecamatan Karang Dapo dan Opi Agung Perdana (27) warga Desa Mandi Angin, Kecamatan Rawas Ilir.

Sementara lima terduga lainnya melarikan diri dengan cara melompat saat mobil diberhentikan yakni Morten dan Heri warga Desa Kertasari, Kecamatan Karang Dapo.

Selain itu, Usri warga Desa Mandi Angin, Kecamatan Rawas Ilir, Jodi warga Kelurahan Bingin Teluk, Kecamatan Rawas Ilir dan Pais warga Desa Biaro, Kecamatan Karang Dapo.

Sedangkan Barang Bukti (BB) satu unit Mobil Carry warna hitam BH 9406 KE, 11 batang besi H bekas timbangan seberat 1,7 ton ( 1700 kg) diduga milik PT. Lonsum Riam Estate.

"Pelaku ini mencuri besi timbangan milik PT Lonsum Riam Estate dengan cara dipotong menggunakan alat las yang dianggkut kedalam mobil. Kemudian besi ini akan dijual di Kecamatan Rupit, tapi untuk mengelabuhi petugas diatas besi tersebut ditumpuk potongan kayu kayu," ungkapnya.

Penulis: Farlin Addian
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved