Disdik Sumsel Terima PIP Rp 41,9 Miliar, Segera Dibagikan ke Siswa

Dinas Pendidikan Sumatera Selatan, telah menerima dana sebanyak Rp 41.9 juta yang dikucurkan dari pemerintah pusat melalui Kemendikbud

Disdik Sumsel Terima PIP Rp 41,9 Miliar, Segera Dibagikan ke Siswa
YOUTUBE
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan tribunsumsel.com, Melisa Wulandari

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dinas Pendidikan Sumatera Selatan, telah menerima dana sebanyak Rp 41,9 miliar yang dikucurkan dari pemerintah pusat melalui Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) untuk Program Indonesia Pintar (PIP).

Penerima PIP ini diberikan kepada SMA se-Sumsel dengan rincian siswa sebanyak 50.800 orang dan hingga akhir tahun dana tersebut masih bisa bertambah.

"Syarat pemerima PIP ini adalah siswa yang pendapatan orangtuanya di bawah Rp 1 juta, kemudian dilampirkan dalam surat keterangan miskin dari RT setempat," kata Kabid (Kepala Bidang) SMA Dinas Pendidikan Sumsel, Bonni Sayfrian, Kamis (6/12/2018).

Dia melanjutkan, pencairan PIP ini setiap satu semester, yakni Rp500 ribu persemester (per 6 bulan) sehingga dalam satu tahun siswa SMA bisa menerima sejumlah Rp1 juta.

Selain itu, tujuan diberikan uang PIP ini kepada siswa tak lain untuk membantu siswa membeli kebutuhan sekolahnya seperti pakaian sekolah, buku, tas dan peralatan sekolah lainnya.

"Uang PIP dikirimkan ke rekening siswa. Sekolah tidak boleh memotong uang PIP tersebut dengan alasan apapun," katanya.

Pihaknya juga berpesan dan menghimbau kepada orangtua yang anaknya memnerima PIP agar menggunakan uang tersebut dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan tujuan PIP, yakni sebagai pemenuhan kebutuhan sekolah siswa.

"Jangan sampai digunakan untuk keperluan yang tidak sesuai kegunaan, seperti membeli handphone atau membeli hal yang tidak berkaitan dengan sekolah," ujarnya.

Sedangkan untuk menentukan siapa yang pantas menerima PIP ini tergantung keputusan dari Kemendikbud. "Pasalnya, pihak Kemendikbud menenentukan jumlah penerima PIP dengan mengambil dari data dapodik," katanya.

Dia melanjutkan, sekolah yang mengusulkan siswanya apakah berhak menerima PIP, dan kemudian Kemendikbud yang menentukan siapa yang berhak menerima PIP.

"Kami membantu sebagai penghubung dan penyalur saja," tutupnya.

Penulis: Melisa Wulandari
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved