Keluhan Grab Selama Beroperasi di Lubuklinggau, Banyak Terjadi Penipuan, Ini Beberapa Modusnya

Sejak muncul dibeberapa kota besar di Indonesia ojek online (Ojol) langsung menjadi primadona masyarakat hingga saat ini.

Keluhan Grab Selama Beroperasi di Lubuklinggau, Banyak Terjadi Penipuan, Ini Beberapa Modusnya
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO HEPRONIS
Salah seorang warga sedang mendatangi kantor perwakilan Grab Lubuklinggau di Lippo Plaza untuk mendaftarkan diri menjadi mitra Grab Lubuklinggau, Selasa (4/12/2018). 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM,LUBUKLINGGAU -- Sejak muncul dibeberapa kota besar di Indonesia ojek online (Ojol) langsung menjadi primadona masyarakat hingga saat ini.

Dibalik kemudahaan pemesanannya driver Ojol sering menjadi korban aksi penipuan. Termasuk juga dialami Grab Lubuklinggau.

Sejak hadir bulan Juni lalu Grab Lubuklinggau pun tak luput dari berbagai aksi penipuan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab.

Nindi salah satu pegawai Grab Lubuklinggau mengatakan sejak beroperasi di Kota Lubuklinggau penipuan yang dialami oleh mitra Grab lebih banyak kepada orderan fiktif.

"Awalnya mereka di order kemudian mereka digantung, tiba-tiba mitra kita kesal lalu membatalkannya" kata Nindi pada Tribunsumsel.com, Selasa (4/12).

Setelah membatalkan pesanan itu, biasanya penipu menelpon mengatasnamakan customer Grab dan meminta driver mentransfer uang.

"Karena sangat menyakinkan akhirnya mitra mau mentransfer."

"Padahal itu adalah penipu, bukan dari manajemen Grab. Kasus seperti itu sudah 10 kali terjadi menimpa mitra kita," terang Nindi.

Penipuan lainnya, yakni menggunakan aplikasi OVO, modusnya saat aplikasi itu terinstal di Hp driver, kadang muncul pemberitahuan kumpulkan uang.

Halaman
12
Penulis: Eko Hepronis
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved