Guru Sumsel Ikut UTN PPG Demi Sertifikasi, Ini Syaratnya

Sebanyak 61 pendidik Sumsel mengikuti UTN (Ujian Tulis Nasional) melalui sistem PPG (Pendidikan Profesi Guru).

Guru Sumsel Ikut UTN PPG Demi Sertifikasi, Ini Syaratnya
MELISA/TRIBUNSUMSEL.COM
Kepala Pendidikan Madrasah Kanwil Sumsel, Khusrin 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Melisa Wulandari

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sebanyak 61 pendidik Sumsel mengikuti UTN (Ujian Tulis Nasional) melalui sistem PPG (Pendidikan Profesi Guru).

Ini sesuai dengan peraturan UU No 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen yang harus mengikuti sertifikasi demi mewujudkan pendidikan nasional.

Sebelumnya pretest dilaksanakan di lima titik di Sumsel, yakni Kota Palembang, Muaraenim, Ogan Komering Ulu (OKU), Ogan Komering Ilir (OKI), dan Musi Rawas telah berlangsung pada 24-25 November lalu.

Setelah itu dilanjut dengan test UTN pada kemarin dan har ini, 3-4 Desember. Pelaksanaan UTN ini juga diikuti oleh guru madrasah yang sebelumnya tidak lulus UTN di 2017, karena tidak memenuhi nilai kompetensinya, yakni 80 poin.

Kepala Pendidikan Madrasah Kanwil Sumsel, Khusrin mengatakan sebanyak 61 pendidik yang ikut UTN ini semuanya merupakan guru-guru madrasah yang belum lulus di ujian tahun sebelumnya.

"Minggu lalu, digelar pretest di lima titik, dan pada 3-4 Desember ini merupakan tes lanjutan UTN dari tahap pertama. Tahap pertama di 2017, tapi masih ada yang belum lulus, dan sekarang mereka berlanjut ikut ujian agar bisa memenuhi nilai sesuai standar," jelasnya, Selasa (4/12/2018).

Sementara itu, persyaratan guru madrasah dapat mengikuti undangan UTN adalah mereka yang telah diangkat menjadi guru, dalam kurun waktu sebelum 31 Desember 2005 hingga 31 Desember 2015.

"Sertifikasi UTN PPG ini juga diberikan secara gratis oleh pemerintah, guna mewujudkan guru profesional tersertifikasi dan menguasai kompetensinya sesuai bidang masing-masing," katanya.

Dan, guru yang ujian sudah mengajar minimal mulai dari 2005, pihaknya melalui keputusan dari pusat, menggelar ujian PPG langsung oleh kementrian agama, khusus untuk guru madrasah.

"Kemenag hingga 5 tahun kedepan tidak lagi menerbitkan Surat Keputusan (SK) PPG, yang artinya ujian tersebut sekaligus akan dirampungkan seleksinya hingga 2023," ujarnya.

Dia melanjutkan, ada 4 kompetensi yang harus dilalui peserta yang mengikuti tes, yaitu tes potensi akademik, tes pedagogik, tes bidang studi, dan tes bakat minat.

"PPG merupakan kegiatan vertikal sehingga perlu kordinasi antara panitia pusat dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) serta panitia yang ada di Kanwil Kemenag termasuk kepala sekolah," tutupnya.

Penulis: Melisa Wulandari
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved