Penumpang Masih Enggan Beli Kartu LRT, Ini Alasannya

PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional III (Divre III) mulai menerapkan penggunaan Kartu Uang Elektronik (KUE) untuk penumpang LRT.

Penumpang Masih Enggan Beli Kartu LRT, Ini Alasannya
lrt 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional III (Divre III) mulai menerapkan penggunaan Kartu Uang Elektronik (KUE) untuk penumpang LRT.

Sistem pembayaran elektronik tersebut sudah berlaku sejak (01/12/18) yang lalu.

Jadwal Terbaru LRT Palembang, Layani Penumpang dari Pukul 05.00 Sampai 19.00

Sebelum Nikahi Paula, Baim Wong Sempat Hebohkan Penumpang LRT Palembang

Diketahui sebelumnya juga diketahui bila KAI bekerja sama dengan Perbankan untuk menyediakan sistem pembayaran elektronik tersebut.

Bagi penumpang yang ingin memiliki KUE ini bisa membuat dengan harga Rp 35.000 denga saldo awal sebesar Rp 10.000 saja di loket yang ada di stasiun LRT.

Meski begitu pantauan Tribun Sumsel di stasiun Bumi Sriwijaya (03/12) nampak masyrakat masih belum begitu antusias untuk membeli KUE.

Terlihat dari sekumpulan calon penumpang yang datang untuk naik LRT dan akan membeli tiket, namun petugas menawarkan KUE, masyarakat enggan untuk membeli.

Bahkan sebagian dari mereka mengatakan akan membeli hanya satu KUE dan bisa membayari teman yang lainnya, namun petugas menerangkan bila KUE hanya bisa di pakai untuk satu pembayaran.

"Iya kita cuma mau jalan-jalan saja, biasakan beli tiket ini disuruh pakai kartu harganya 35 ribu, yaudah kita beli satu atau terus yang lainnya kita bayarin, ternyata tidak bisa," katanya.

"Kartunya tidak bisa di tap berkali-kali, hanya sekali tap untuk satu kali perjalanan, jadi kita harus punya satu kartu satu orang," jelasnya.

Manager Humas PT.KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti menjelaskan untuk pelaksanaan penggunaan Kartu Uang Elektronik (KUE) dalam pembayaran tarif LRT saat ini telah diberlakukan namun masih ada beberapa kendala.

"Memang benar kita sudah memberlakukan sistem pembayaran elektronik ini, namun masih ada beberapa kendala, diantara nya kesiapan fasilitas pendukung seperti atm, pengisian ulang serta kerjasama perbankan untuk pengisian ulang Uang Elektronik di semua stasiun," jelasnya.

Aida juga menceritakan saat ini sosialisasi penggunaan KUE ini masih minim jadi ia sadar betul peminat masih sangat sedikit.

Hingga saat ini Aida mengatakan akan terus berupaya menerapkan dan meningkatkan sistm pembayaran elektronik tersebut dan tentunya akan mengevaluasi kinerja yang telah dilakukan.

"Kami terus berusaha melakukan upaya-upaya dan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan dalam operasional LRT, mengingat sebagai transportasi baru dan pertama di Indonesia," katanya.

Calon Penumpang LRT Belum Antusias Membeli KUE di Stasiun Bumi Sriwijaya. Senin (03/12)

Penulis: Tiara Anggraini
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved