Karet dan Sawit

Hujan Mulai Pengaruhi Produksi Karet OKU Timur, Kualitas Buruk Akibat Bercampur Air

Petani karet di Kabupaten OKU Timur sejak musim hujan sebulan ini mulai mengeluhkan penurunan produksi dan kualitas getah karet

Hujan Mulai Pengaruhi Produksi Karet OKU Timur, Kualitas Buruk Akibat Bercampur Air
Sripo/ Evan Hendra
Petani karet di OKU Timur pada musim hujan ini mengeluh produksi getah menurun dan harga jual yang murah. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA-Petani karet di Kabupaten OKU Timur sejak musim hujan sebulan ini mulai mengeluhkan penurunan produksi dan kualitas getah karet.

Selain produksi getah turun, harga getah juga mengalami penurunan yang sekarang dikisaran Rp 6.500 hingga Rp 7.500 per kilogram.

"Selain penurunan hasil getah, aktivitas penyadapan karet juga tergantung dengan cuaca yang saat ini kerap hujan,"

"Petani tidak bisa menyadap karet," ungkap Anwar warga Desa Kotatanah Kecamatan Semendawai Timur, Senin (3/12/2018).

Menurut Anwar, pengaruh cuaca ekstrem sangat besar terhadap hasil getah karet.

Selain getahnya mengalami penurunan, penyadapan juga tidak bisa dilakukan dengan terus menerus karena bergantung dengan cuaca.

4 Kasus Pengaturan Skor yang Terjadi di Indonesia, Ada Yang Ditangkap Namun Tak Ditahan

Wawancara Khusus Kapten Yu Hyun Koo : Blak-balakan Dikejar Mafia Sampai Nasib Sriwijaya FC di Liga 1

"Aktivitas penyadapan karet yang saat ini sangat bergantung dengan cuaca."

"Jika cuaca hujan, getah karet tidak dapat diambil dan berkualitas buruk lantaran bercampur dengan air. Jadi harus menunggu dulu hingga kering," katanya.

Pemerintah saat ini sedang mengupayakan mendongkrak harga karet. Kebijakan terbaru Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membeli 150 ribu ton karet petani asal Sumatra Selatan (Sumsel) untuk bahan campuran pembuatan aspal.

"Sesuai dengan perintah Presiden RI pada waktu lalu kami akan melakukan pembelian karet ke petani," ujar Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah V Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, Kiagus Syaiful Anwar, Jumat (30/11/2018).
Namun pembelian karet ke petani harus sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Kementrian PUPR.

Halaman
12
Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved