Berita Lahat

408.548 Warga Lahat Berusia 2-70 Tahun Minum Obat Kaki Gajah

Ribuan warga Kabupaten Lahat berusia 2 tahun hingga 70 tahun minum obat pencegah penyakit kaki gajah (filariasis)

408.548 Warga Lahat Berusia 2-70 Tahun Minum Obat Kaki Gajah
Sripo/ Ehdi Amin
Pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat, menunjukan obat pencegah kaki gajah. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT-Ribuan warga Kabupaten Lahat berusia 2 tahun hingga 70 tahun minum obat pencegah penyakit kaki gajah (filariasis).

Realisasi program Pemberian Pencegah Masal (POPM) kepada masyarakat Kabupaten Lahat melalui 33 Puskesmas ini sudah mencapai 94 persen.

Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Lahat, dr H Rasyidi Amri melalui Kabid P2P H Ubaidillah mengatakan, pemberian obat pencegah penyakit kaki gajah ( Filariasis) sudah dilakukan kepada 408.548 jiwa atau 94 persen.

"Realisasi tercapai. Tidak bisa 100 persen karena sisanya masyarakat yang tidak masuk target sasaran," unkapnya, Senin (3/12/2018).

Bergerak Bersama Disabilitas, Alfamart Pekerjakan 206 Karyawan Penyandang Disabilitas

10 Perusahaan BUMN yang Utangnya Paling Banyak, Terungkap Ada yang Utang Sampai Rp 1000 Triliun

Dikatakanya, masyarakat tidak masuk sasaran seperti ibu hamil, menderita sakit yang tidak bisa mengkonsumsi obat, Darah tinggi, diabetes komplikasi,

Sakit asma, sakit epilevsi atau ayan serta penduduk dibawah 2 tahun dan diatas 70 tahun.

Ubaidillah menjelaskan, pemberian obat pencegah seperti Albendazole dan DEC secara gratis itu diperuntukan untuk masyarakat usia 2 tahun hingga 70 tahun.

Ia mengimbau agar masyarakat tetap mengkonsumsi obat tersebut pada tahun berikutnya.

Warung di Palembang Jual Nasi Ayam Rp 6 Ribu per Bungkus Ini Selalu Ramai, Ini Alasan Jual Murah

Ditemukan Tiga Makam Relief Kuno Berusia Ratusan Tahun di Pagaralam, Jadi Petunjuk Masuknya Islam

"Selain menghindari gigitan nyamuk, masyarakat pada tahun berikutnya kembali minum obat itu, atau selama lima tahuh, sekali dalam setahun," jelasnya.

Bagi masyarakat pada tahun 2018 belum meminum obat tersebut, dapat mendatangi kader kader posyandu di desa setempat atau langsung datang ke Puskesmas.

"Tinggal minta saja ke Kader Posyandu atau kepuskesmas,"imbaunya. (SP/Ehdi Amin)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved