Dua Hari Fitri Tunggui Pembersihan Sungai Serengam

Fitrianti Agustinda memantau langsung pembersihan Sungai Serengam, Kelurahan 30 Ilir Kecamatan Ilir Barat II.

Dua Hari Fitri Tunggui Pembersihan Sungai Serengam
IST
Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda memantau langsung pembersihan Sungai Serengam, Kelurahan 30 Ilir Kecamatan Ilir Barat II. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Selama dua hari berturut-turut (28-29 November 2018) Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda memantau langsung pembersihan Sungai Serengam, Kelurahan 30 Ilir Kecamatan Ilir Barat II.

Sejak hari pertama pada tanggal 28 November 2018, dari pagi hingga petang Fitri memutari kawasan Sungai Serengam dan salurah drainase di seputaran Lorong Sawah. Bahkan, meski sempat diguyur hujan, Fitri tetap tongkrongi pembersihan Sungai Serengam yang terdapat endapan lumpur.

Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda memantau langsung pembersihan Sungai Serengam, Kelurahan 30 Ilir Kecamatan Ilir Barat II.
Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda memantau langsung pembersihan Sungai Serengam, Kelurahan 30 Ilir Kecamatan Ilir Barat II. (IST)

Tak kurang lebih dari 100 pegawai dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ryang Perumahan (PU PR), Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi Palembang dan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PU Pera KP) diterjunkan untuk menggali tanah lumpur yang menyumbat aliran sungai tersebut.

“Kita targetkan hari ini pengerukan tanah lumpur dari limbah ini sudah teratasi,” tegas Fitri.

Memang, diakui Fitri tidak mudah dalam sekejab lumpur dan sampah yang telah mengendap menyatu dengan sungai tersebut bisa diangkut dengan cara manual.

“Kalau kita masukan alat berat, saya rasa tidak memungkinkan karena untuk memasukan Amphibi (alat berat berukuran kecil) tidak bisa,” katanya.

Jalan satu-satunya dengan cara mengerahkan tenaga manusia (manual) inilah yang bisa dilakukan untuk membersihkan Sungai Serengam.
“Kedepan kita mewajibkan PDAM, PU PR , PU Pera KP dan petugas DLHK agar satu bulan sekali untuk melakukan gotong royong di sungai ini,” ungkapnya.

Menurut Fitri, ada dua cara untuk menjaga kebersihan sungai, yakni jangka pendek dengan cara melakukan gotong royong membersihka sungai dan jangka panjang membuat rumah pompa untuk mengalirkan debit air pada saat terjadi luapan.

“Namun dibutuhkan juga komitmen kesadaran dari masyarakatnya agar tidak membuang sampah di sungai, sekuat apapun pemerintah membersihkan sampah kalau masyarakat tidak sadar juga akan percuma,” tegasnya.

Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved