Pilpres 2019

Fahri Hamzah Ungkap Pembisik Sekitra Istana Banyak Salah Beri Masukan Jokowi, Ini Alasannya

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai bahwa banyak orang di sekitar istana yang memberi masukan yang salah terhadap Jokowi

Fahri Hamzah Ungkap Pembisik Sekitra Istana Banyak Salah Beri Masukan Jokowi, Ini Alasannya
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Fahri Hamzah 

TRIBUNSUMSEL.COM - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai bahwa banyak orang di sekitar istana yang memberi masukan yang salah terhadap Jokowi.

"Menurut saya ada satu kelompok di sekitar pak Jokowi yang advicenya itu salah. tiap hari bikin salah terus, disuruh bikin salah terus," ujar Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, (27/11/2018).

Jokowi Ingatkan Netralitas TNI Harus Dijaga Dalam Poltiik Nasional

Akibatnya menurut Fahri, Jokowi sering mengeluarkan pernyataan yang menuai kontroversi. 

Jokowi melontarkan pernyataan yang cenderung emosional, karena salah mendapatkan masukan.

"Tiap hari pak Jokowi dijadikan corong untuk nakut nakutin masyarakat terhadap hal hal yang tidak ada. sehingga kemudian kemarahan itu munculnya dari pak Jokowi," katarnya.

Padahal menurut Fahri apabila Jokowi tenang, masyarakat dan situasi politik juga akan ikut tenang.

Oleh karena itu Fahri menyarankan kepada Jokowi untuk hati hati kepada orang di sekitarnya yang selalu berbicara manis dan asal bapak senang.

"Padahal lebih baik mendengar orang yang berkata pahit," tuturnya.

Sebelumnya Jokowi mengeluarkan beberapa pernyataan kontroversial mengenai situasi politik di Indonesia.

Pertama, saat membagikan sertifikat tanah di Lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa, (23/10/2018), Jokowi mengatakan bahwa saat ini banyak politikus Sontoloyo.

"Hati-hati sekarang ini banyak politikus baik dan juga politikus Sontoloyo," ujar Jokowi.

Setelah itu Jokowi juga kembali mengeluarkan pernyataan nyeleneh dalam pidatonya. Jokowi menyebut bahwa saat ini banyak Politikus yang menggunakan gaya politik genderuwo karena menebar ketakutan.

"Coba kita lihat politik dengan propaganda, membuat ketakutan, kekhawatiran. Setelah takut lalu membuat sebuah ketidakpastian. Itu sering saya sampaikan itu namanya politik genderuwo," kata Jokowi, (9/11/2018).

Halaman
12
Editor: Siemen Martin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved