Banyak Warga Prabumulih Ajukan Cerai Sejak Pengadilan Agama Prabumulih Dibuka

Pasca buka dan hadirnya Pengadilan Agama (PA) di kota Prabumulih, jumlah warga yang mengajukan gugatan cerai mengalami peningkatan

Banyak Warga Prabumulih Ajukan Cerai Sejak Pengadilan Agama Prabumulih Dibuka
EDISON/TRIBUNSUMSEL.COM
Walikota bersama Sekda dan pejabat PA Prabumulih memberikan nasehat ke warga yang mengajukan gugatan cerai. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Pasca buka dan hadirnya Pengadilan Agama (PA) di kota Prabumulih, jumlah warga yang mengajukan gugatan cerai mengalami peningkatan drastis.

Betapa tidak, berdasarkan data Pengadilan Agama (PA), sejak 10 November lalu hingga Selasa (27/11/2018) terdata sebanyak 17 warga yang mengajukan gugatan cerai ke PA kota Prabumulih. Dengan demikian setiap hari terdata satu warga yang mengajukan gugatan perceraian ke kantor sementara PA kota Prabumulih di Jalan Sudirman Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat tersebut.

"Jadi memang belum terlalu lama, dari tanggal 10 November sampai hari ini (kemarin-red) ada tujuh belas perkara yang masuk ke kita," ujar Nahwa SH, Panitera Pengadilan Agama (PA) Prabumulih ketika dibincangi usai sidang perdana kasus cerai di PA Prabumulih, Selasa (27/11/2018).

Sidang cerai di Pengadilan Agama Prabumulih, Selasa (27/11).
Sidang cerai di Pengadilan Agama Prabumulih, Selasa (27/11). (EDISON/TRIBUNSUMSEL.COM)

Nahwa mengatakan, alasan pengajuan cerai yang masuk ke pihaknya dengan beragam masalag, mulai dari faktor ekonomi, selisih paham yang terus menerus maupun selingkuh. "Berbagai faktor mengajukan gugatan cerai, namun perselisihan faktor ekonomi lebih dominan," katanya.

Ditanya data mengenai angka pengajuan cerai maupun yang telah vonis bercerai pada tahun sebelumnya, Nahwa mengaku belum mengetahui secara pasti lantaran datanya masih tergabung dengan kabupaten Muaraenim. "Pengadilan Agama di Prabumulih ini baru yakni pemisahan dari Muaraenim, untuk itu mengenai data karena belum kita pisahkan jadi masih tergabung di sana," bebernya.

Menanggapi tingginya perkara pengajuan cerai tersebut, Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM mengatakan jika tingginya perkara pengajuan cerai di Prabumulih itu sangat wajar mengingat Prabumulih merupakan sebuah kota. "Prabumulih ini kota jadi pasti banyak, kalau di desa sedikit karena banyak petuah diberikan para tua-tua maupun tokoh adat," ujarnya.

Sedangkan angka perceraian di kota tinggi dikarenakan minimnya nasihat atau petuah yang diberikan oleh orang tua maupun tokoh agama dan masyarakat terhadap calon pengantin. "Dikota ini kan masa bodoh, pesan atau petuah dari sesepuh agama dan yang lainnya itu sangat kurang," tuturnya.

Untuk mengatasi agar tidak tingginya angka perceraian di Prabumulih, Walikota dua periode itu mengatakan pihaknya kedepan akan gencar melakukan penyuluhan-penyuluhan di masyarakat. "Kita kasian jika mereka harus bercerai, seperti yang disidang tadi ada tiga anak, kasian. Kedepan kita akan giat lakukan penyuluhan ke masyarakat," katanya. (eds)

Teks foto : Walikota bersama Sekda dan pejabat PA Prabumulih memberikan nasehat ke warga yang mengajukan gugatan cerai.

Penulis: Edison
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved