KONI Sumsel Minta Porprov 2019 di Prabumulih Dipercepat

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Selatan akan meminta kepastian kepada tuan rumah kota Prabumulih

KONI Sumsel Minta Porprov 2019 di Prabumulih Dipercepat
TRIBUNSUMSEL.COM/WENY WAHYUNI
Rapat Koni. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Weni Wahyuny

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Selatan akan meminta kepastian kepada tuan rumah kota Prabumulih terkait dengan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang akan digelar pada 2019 mendatang.

Hal tersebut akan dibahas pada Rapat Koordinasi anggota (rakor) KONI Sumsel di Hotel Bil Baturaja, OKU, 8-10 Desember mendatang.

“Disitu (rakor) akan kita kapan sebenarnya pelaksanaan Porprov di Prabumulih karena katanya tuan rumah (Porprov 2019) baru siap Oktober 2019,” kata Wakil Ketua Bidang Litbang KONI Sumsel, H Zulfaini M Rofi usai rapat persiapan rapat anggota di KONI Sumsel, Rabu (21/11/2018).

Zulfaini menjelaskan jika Porprov digelar bulan Oktober, artinya jarak antara Porprov dan Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) 2019 di Bengkulu hanya satu bulan sehingga ini dinilai terlaku mepet untuk persiapan para atlet yang akan ikut Porwil 2019. Sementara, sambung Zulfaini idealnya Porprov harusnya dilaksanakan enam bulan sebelum Porwil.

“Kalau bisa jangan terlalu mepet waktunya dengan Porwil karena kalau Porwil pasti akan melaksanakan training center (TC). Kalau berdekatan yang dirugikan jelas atlet,” jelasnya.

“Kalau berdekatan itu juga pasti atlet akan habis-habisan di Porprov, padahal Porwil lebih penting untuk mendapatkan tiket PON (Pekan Olahraga Nasional),” tambahnya.

Zulfaini menerangkan bahwa pihaknya mengerti dengan kondisi tuan rumah saat ini yang sarana dan prasarananya belum siap 100 persen.

“Dalam rapat itulah akan dibahas kapan pelaksaannya dan persiapan tuan rumah seperti apa,” tambahnya.

Selain terkait dengan pelaksanaan Porwil, pada Rakor anggota KONI Sumsel pula nanti akan dibahas persiapan Pekan Olahraha Nasional (PON) XX-2020 di Papua meskipun pelaksanaan baru akan digelar 2020 mendatang.

Pada pembahasan itu, sambung Zulfaini dihatapjan bidang pembinaan prestasi sudah membuat keputusan dalam rapat anggota nanti. Atlet posisi berapa nasional yang harus berangkat.

“Karena kan lokasi pelaksanaan PON di Papua ini jauh, penerbangan mahal dan biaya hidup disana tidak murah," terang Zulfaini.

Penulis: Weni Wahyuny
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved